Aksi 100 Ribu Tanda Tangan Relawan, Warnai Pencalonan Yanto Oce Jadi Walikota Tasikmalaya

Kota Tasikmalaya – GM | H Yanto Oce Bacalon Walikota Tasikmalaya menjadi orang pertama melakukan pengembalian berkas formulir ke DPC PKB.

Ratusan Relawan dari berbagai kalangan atau lintas generasi turut menghantarkan H Yanto Oce ke DPC PKB Kota Tasikmalaya.

Read More

H Yanto Oce orang pertama mendapatkan sambutan hangat Hadroh Marawis dari keluarga besar DPC PKB Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Dihalaman DPC PKB, Ratusan relawan berbagai kalangan melakukan aksi simpatik 100 ribu tanda tangan desak dan dorong H Yanto Oce untuk mencalonkan diri menjadi Walikota Tasikmalaya periode 2024-2029.

“Alhamdulillah, hari ini saya diterima dengan baik bahkan sangat baik, ini luar biasa penyambutan Dpc PKB Kota Tasikmalaya.”Tegas H Yanto Oce kepada wartawan, Minggu Pagi (28/4/2024) di Desk Pilkada PKB Kota Tasikmalaya.

Menurut dia, dalam mengembalikan formulir pendaftaranya itu mohon untuk di terima berkasnya.

“Kamipun akan mengikuti mekanisme yang ada. Kami daftar di PKB membawa angin besar, politik tidak susah, tidak ribet, kami orang pertama pula kita daftar ke DPC PKB.”Tambahnya.

Dengan daftarnya ke Partai PKB bentuk keseriusan dan ikhtiar di Politik 2024.

Pihaknya meyakini daftar ke PKB ada perjalanan panjang dan emosional yang terbangun sejak kembali berkiprah di Kota Tasikmalaya.

Hingga kini hubunganya dengan pengurus DPC, DPW, dan DPP PKB berjalan sangat cair dan nyaman.

“Saya kembali seperti rumah sendiri, untuk itu saya memohon doa seluruh pihak yang memberikan kepercayaan dan kemudahan saya berpadangan politik ada niat baik harus di aktualisasikan sehingga dirasakan oleh masyarakat luas Kota Tasikmalaya.”Tutunya.

Yanto Oce menceritakan dirinya masih kader berlambang Ka’bah jika masih diakui. Pengusaha sukses tersebut menyebutkan belum maksimal menjadi kader yang baik di PPP.

“Mungkin untuk saat ini masih kader PPP jika diakui. Jujur memang saya tidak aktif di PPP, karena kesibukan kegiatan di luar kota.”Cetusnya.

Kendati demikian, alasan dirinya tak mendaftarkan ke PPP bukan berkhianat. Akan tetapi ada perlakuan proses yang kurang adil di tubuh PPP.

“Majunya saya di Pilkada bukan ambisi pribadi, namun adanya keinginan dan kepercayaan publik kepada saya untuk di aplikasikan ke masyarakat.”Pungkasnya.***

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *