Gema Mitra – Kota Tasik

Dalam rangka menebarkan virus literasi terhadap peserta didik, penggerak literasi sekolah kota Tasikmalaya mengadakan lomba presentasi cerita dalam kegiatan lomba, festival dan pameran literasi SD Tahun 2018 dengan tema yang di usung “Membangun Cinta dan Semangat Melalui Literasi”, se-Kota Tasikmalaya yang diselenggarakan di 10 titik yg d selenggarakan selama dua hari yaitu pada tanggal 6-7 Desember 2018, salah satunya bertempat di bekas kantor UPT Wilayah Utara, Cigeureung Kota Tasikmalaya, Kamis 06/12/2018.

Hj. Ade Rastuti salah satu panitia dan tim penggerak literasi mengatakan, tujuan dilaksanakannnya kegiatan ini adalah sebagai sarana dalam rangka gerakan literasi sekolah di kota Tasikmalaya yang sudah berjalan beberapa tahun ke belakang.

Menurutnya, untuk lebih membumikan serta lebih terasa literasi sekolahnya, khususnya agar semua rekan-rekan turut bergeliat, maka penggiat literasi kota tasikmalaya yang khususnya dalam hal ini kami yang waktu itu ditunjuk sebagai tim penggerak literasi sekolah diantaranya saya sendiri, Ibu Yeyen dan Pak Irvan, waktu itu memunyai beban moral ketika sekarang sudah diberikan SK sebagai tim penggerak literasi sekolah, maka salah satunya adalah membuat suatu kegiatan agar kita sama-sama ikut menggeliatkan kembali, membumikan kembali gerakan literasi di sekolah diantaranya dengan mengadakan lomba.

“Lomba bercerita dari apa yang diperdengarkan yang diikuti oleh peseta didik se-kota Tasikmalaya dan yang kedua adalah lomba bagi guru yaitu melalui Foto Bercerita, nah itu khususnya. Disamping foto-foto tentang kegiatan literasi disekolahnya masing-masing”, papar Hj. Ade yang juga menjabat sebagai Kepala SDN Perumnas, kepada Gema Mitra seusai acara.

Lebih lanjut dikatakan, kami berharap mudah-mudahan melalui kegiatan ini tidak hanya kita sebagai guru yang memberikan contoh untuk senantiasa senang membaca, gemar membaca, tapi juga peserta didik termasuk para orang tua. Karena nanti insya Allah ditahap kedua yang berhak mengikuti final yaitu dari masing-masing Kecamatan diambil satu orang. Semoga nanti di tingkat kota, anak-anak lebih bagus lagi ketika mereka mempresentasikan hasil apa yang diperdengarkan dan insya Allah nanti yang akan membacakan dari cerita ini, penggalan dari cerita ini yaitu Ibu Wali Kota Tasikmalaya.

Hj. Ade menuturkan, salah satu program dari Provinsi Jawa Barat, kalo tidak salah bahwa keluarga dan masyarakatpun harus sama-sama menggelorakan literasi di sekolah. Kegiatan literasi ini bertujuan agar Jawa Barat itu menjadi juara lahir batin dalam hal membaca.

“Mudah-mudahan melalui kegiatan ini kita juga memberikan motivasi kepada anak-anak, mendorong juga terhadap tercapainya apa yang disandangkan Bapak Gubernur Provinsi Jawa Barat yaitu terwujudnya keluarga dan masyarakat yang berliterasi juara lahir dan batin”, harapnya.

Dijelaskan Hj. Ade, sasaran secara khususnya yaitu siswa dan guru, sasaran secara umumnya itu terdapat tiga pilar yaitu lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, dan lingkungan keluarga, dengan harapan mudah-mudahan baik anak apalagi kita sebagai pendidik gemar membaca dan melalui gerakan ini otomatis diharapkan anak-anak itu tidak hanya mampu membaca, tidak hanya mampu menyimak tapi bisa mengambil hikmah dari cerita-cerita yang di bacanya maupun yang diperdengarkannya dan yang lebih jauh lagi mudah-mudahan anak-anak termasuk kita juga mampu mengaktualisasikan apa yang ada dalam hikmah tersebut sehingga menjadi bekal nanti untuk dikehidupan sehari-hari.

Kedepannya, lanjut Ade, ini harus menjadi kegiatan rutin dan program ini akan kami perjuangkan sehingga nanti ketika sudah masuk ke program Dinas, dan anggaran untuk kegiatan literasi bertambah tidak hanya untuk pengadaan buku saja, tapi juga untuk kegiatan-kegiatan literasi lainnya. Maka nanti tidak hanya anak dan gurunya saja yang dilombakan, tapi akan ada pameran literasi sehinhga karya anak-anak, karya guru bisa diperlihatkan kesemua pihak dan harapan kami mudah-mudahan nanti di tanggal 11 Desember 2018 ketika final di tingkat kota Tasikmalaya sengaja dilaksanakan di Asia Plaza agar tidak hanya kita sebagai dunia pendidikan tapi masyarakat secara luas juga agar tau apa sih literasi itu. Termasuk nanti juga akana da launching buku seandainya nanti rekan-rekan kita, anak-anak kita peserta didik telah memiliki karya dan sudah dibukukan insya Allah sekaligus disana akan ada launching.

“Jadi lomba, festival, pameran dan launching buku mudah-mudahan terlaksana dengan lancar dan mudah-mudahan apa yang semua kita lakukan menjadi catatan amalan soleh”, harapnya.

Hj. Ade menegaskan, puncak acara ini akan dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2018 sekitar pukul 08.00 WIB pagi, bertempat di Asia Plaza.

“Jadi nanti peserta didik ada 10 peserta dan guru ada 10 peserta, alhamdulillah kemarin sudah terkumpul 117 karya guru se-kota Tasikmalaya diambil 10 besar dan insya Allah nanti gurupun tidak boleh salah bagaimana dalam mempresentasikan kegiatan di Sekolahnya kepada khalayak ramai. Anak berpresentasi gurupun berpresentasi”, ujarnya.

Jumlah panitia inti hanya 4 orang. Saya sebagai Bendahara, ketuanya Ibu Yeyen, sekretaris Bapak irvan, dan anggotanya Bapak Bayu. “Walaupun sedikit mudah-mudahan bisa memboomingkan kegiatan literasi ini”, pungkas Hj. Ade Rastuti, mengakhiri perbincangan kami. (Kesit/Ibud)