Gemamitra.com – Kota Tasikmalaya
Efek Pandemi Covid-19 angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Tasikmalaya akan mengalami peningkatan.

“Hal itu dikarenakan banyak pekerja baik dari dalam maupun dari luar daerah mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK),” ungkap Muslim, S. Sos., M. Si Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, ditemui diruangannya, Senin 20/04/2020.

Politisi Partai PDI Perjuangan itu mengungkapkan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2017-2022, kan pada dasarnya kemiskinan contohnya di kemiskinan tahun 2019 itu di angka 12, 8 persen, nah sekarang menjadi 12, 6 persen yang mana ada perubahan.

“Tapi dengan adanya Pandemi Covid-19 sekarang itu ada perubahan dimana pengangguran bisa meningkat, kemiskinan bisa meningkat jadi kemiskinan juga sekilas kan 11, 6 yang bisa mencapai 13 sampai 14 persen, nah pengangguran, asalnya 6 persen bisa menjadi 10 persen sesuai data angka PHK di Bapelitbangda,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, tadi di video coference yang dihadiri oleh Walikota Tasikmalaya, DPRD Kota Tasikmalaya, sama Bapelitbangda Kota Tasikmalaya, MUI, termasuk Wira Usaha Baru yang merupakan program gagal yang 1000 pertahun jadi 5 tahun yang berhasilnya cuma 40 pertahun, yang menerima bantuannya juga hanya beberapa orang aja. Itu adalah program gagal,” tegas Muslim.

Dia menuturkan, kalau infrastruktur hampir 100 persen oke lah, dan DPRD juga memberikan saran untuk perubahan karena situasi seperti ini, mudah-mudahan diprediksikan selesainya bulan juni 2020 ini Pamdemi selesai.

Nah, berarti di dalam RPJMD juga harus dimasukan untuk tahun 2020 dan 2021 setelah bulan Juni dilaksanakan.

“Jadi tahun 2020 seperti apa itu kan darurat untuk tahun 2021 kembali lagi program ekonomi, program daya beli itu ditingkatkan untuk menutup defisit termasuk UKM, jangan lagi terlalu banyak mengeluarkan misalnya untuk infrastruktur, kajian-kajian, itu harus digeser, yang bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli 2020, 2021, yang mana nanti mengurangi kemiskinan juga, karena 2020 ini akan meningkat kemiskinan.

“RPJMD jarang mau di rubah, di sisi lainnya memang disesuaikan dengan program Jawa Barat dan program Nasional. Kemudian ada program yang tidak berhasil, ada program yang berhasil, mohon evaluasi program-program jangan terlalu misalnya Wah, tapi tidak dilaksanakan dan tidak tercapai target yang memang perlu evaluasi internal dan pengawasan tetap berjalan.” Pungkas Muslim. (M. Rizky Arbianto)***