Gemamitra.com – Kota Tasikmalaya

Mambo Kuliner Tasikmalaya sudah berjalan tiga tahun. Memasuki periode ke-7 Mambo Kuliner dihadapi dengan pandemi covid-19 yang merubah tatanan kehidupan sehingga Mambo Kuliner sempat terhenti selama hampir tiga bulan.

Seiring dengan ditetapkannya Kota Tasikmalaya menjadi zona hijau dan untuk meghidupkan kembali denyut perekonomian UMKM Kota Tasikmalaya Mambo Kuliner rencana akan memulai kembali aktivitasnya pada Sabtu, 11 Juli 2020 dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Jadi Mambo Kuliner yang beroperasi setiap hari Sabtu mulai pukul 14.00 WIB s.d 21.00 WIB ini, akan dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ungkap Yudi Mulyana pendiri Mambo Kuliner kepada Gemamitra.com, Jumat (10/7/2020).

Dia menjelaskan bahwa sebanyak 170 tenant akan meramaikan malam pembukaan Mambo Kuliner Tasikmalaya dengan berbagai varian makanan dan minuman. Bagi pengunjung dibatasi hanya 50-75 persen saja. Selanjutnya setiap gate area Mambo Kuliner disediakan jalur keluar masuk.

Kami juga sudah menjalin koordinasi dengan pihak Kelurahan, Kecamatan, Puskesmas, Polsek juga Danramil setempat untuk kelancaran dan keselamatan selama acara berlangsung.

“Setiap gate akan ditempatkan petugas checker untuk mengecek pengunjung, baik yang masuk ataupun keluar event. Setiap gate juga disediakan tempat cuci tangan dan thermogun. Pengunjung wajib menggunakan masker,” terang Yudi

Sementara untuk tenant, wajib menggunakan masker dilengkapi dengan face shield dan sarung tangan, baik karet atau plastik. Begitu juga dengan alat salat, tenant atau pedagang wajib membawa alat salat sendiri terutama mukena bagi perempuan.

Kemudian, setiap lapak di Mambo Kuliner Tasikmalaya juga diwajibkan menggunakan partisi atau sekat pemisah antar tenda, dari depan sampai dengan trotoar. Tujuannya agar tidak ada akses keluar masuk dari kanan kiri belakang.

Akses masuk tenda, hanya dari depan, oleh karena itu setiap tenant harus menyediakan ruang di depan tenda untuk akses keluar masuk. “Sistem penjualan selama masa Adaptasi Kebiasaan Baru pedagang tidak diperkenankan untuk membuka layanan makan di tempat, hanya melayani take away atau makananan dibawa pulang,” kata Yudi.

Apabila kuliner yang dipesan oleh pembeli memerlukan waktu pembuatan yang cukup lama, maka pembeli tidak diperkenankan untuk mengantri atau menunggu di depan tenda yang bisa menyebabkan kerumunan.

Setiap tenant juga disarankan menggunakan sistem penomoran kepada pembeli. Ini berlaku untuk makanan yang penyajiannya memerlukan waktu lama.

Pembeli memesan dan membayar makanan, kemudian pembeli diberi nomor, sesudah itu sambil menunggu makanan disiapkan, pembeli diarahkan untuk berkeliling area Mambo Kuliner. Nantinya, kata Yudi, pembeli mengambil kembali pesanan pada saat akan pulang. “Jadi tidak ada penumpukan massa di depan lapak,” tegasnya.

Dan yang lebih penting, lanjut Yudi, Mambo Kuliner Tasikmalaya akan diawasi oleh personil Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya didampingi oleh panitia, crew, dan keamanan, agar tidak terjadi penumpukan massa di satu titik. (Varikesit)***