PAUD IT Al-Furqon Mengembangkan Sekolah Berbasis Lingkungan Hidup

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Gema Mitra – Kota Tasik
Setiap sekolah pada umumnya telah memiliki visi, misi, dan tujuan yang menjadi acuan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Oleh karena itu, mutlak diperlukan adanya suatu pengembangan program sekolah.

Bebagai program yang dikembangkan sekolah tentu harus relevan dengan visi, dan misi sekolah. Serta sebagai bentuk penjabaran yang lebih rinci, terukur, dan feasible (layak) untuk dilaksanakan di sekolah melalui penahapan yang sistematis dan mempertimbangkan potensi dan kemampuan sekolah.

Seperti halnya Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) IT Al-Furqon yang berlokasi di Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya, dekat pesantren Benda, telah berhasil mengawinkan potensi dan budaya yang ada di lingkungan setempat dengan visi dan misi sekolah menjadi sebuah kekuatan untuk membangun wahana pendidikan yang berbasis lingkungan hidup.

Keberhasilan ini tentunya bukan hadiah langsung dari sang penguasa bagai semudah membalikan telapak tangan, namun sosok dibalik itu semua adalah kejelian sang maestro Teni Ratnasari, S.Pd selaku Kepala Sekolah yang di dorong bersama rekan-rekan pendidik lainnya di Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) IT Al-Furqon.

Tuturnya ketika dikonfirmasi penulis bahwa, ada kesan tersendiri dalam mengembangkan sekolah berbasis lingkungan hidup ini, karena Sekolah ini baru berdiri 3 tahun, namun potensi lingkungan sangat mumpuni tergolong masih sangat alami yang dikelilingi lingkungan abiotic (kebun, sawah, kolam, sungai ciloseh).

Dalam mewujudkan sekolah berbasis Lingkungan Hidup langkah awal anak diperkenalkan dengan reduce (mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah), reuse (menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya) recycle (mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat). Moment kegiatan menampilkan karya anak dan orang tua dari daur ulang.

Selanjutnya fokus entrepreneur, salah satunya dengan memfasilitasi membuat rumah bibit lalu anak dilibatkan untuk menanam benih sayuran, memindahkan fase tumbuhan ke media (dilakukan rutinitas hari Sabtu).

Setiap hari diberi tanggungjawab menyiram tanaman dengan pengaturan jadwal perkelas dan melibatkan orang tua. Untuk perawatan dan konsultasi bekerjasama dengan dinas pertanian dan kelompok wanita tani.

Ending yang sangat di tunggu-tunggu anak-anak dengan antusias adalah marketday. Di mana siswa mengintegrasikan pembelajaran dengan kehidupan nyata berwiraswasta sebagai penjual sayuran. Konsumen yang menjadi sasaran utamanya adalah orang tua dan masyarakat.

Raut wajah yang terpancar dari anak-anak laksana bintang yang bersinar di malam gelap. Saking senangnya dengan kegiatan yang sedang dan sudah dilaksankan ditambah hasil penjualan yang sangat memuaskan. Tentunya ini merupakan kegiatan yang mendekatkan siswa untuk mengenal lebih dekat dengan niai mata uang melalui transaksi jual beli, keterampilan berbicara dalam bertransaksi, serta mampu mengembangkan sikap cinta terhadap lingkungan.

Hal ini sangat membantu memfasilitasi perkembangan anak yang diharapkan sesuai standart tingkat pencapaian kelulusan Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) IT Al-Furqon yang berkarakter dengan nilai cinta lingkungan dengan penuh tanggung jawab serta menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan dalam diri siswa. Semoga (Ibud)***

Leave a Reply