Gema Mitra – Kota Tasik

Shalat pada hakikatnya merupakan sarana terbaik untuk mendidik jiwa dan memperbarui semangat dan sekaligus sebagai penyucian akhlak. Bagi pelakunya sendiri, shalat merupakan tali penguat yang dapat mengendalikan diri. Ia adalah pelipur lara dan pengaman dari rasa takut dan cemas juga memperkuat kelemahan dan senjata bagi yang merasa terasing.

Shalat itu membersihkan jiwa dan menyucikan dari sifat-sifat buruk khusunya sifat-sifat yang dapat mengalahkan cara hidup matrealis, seperti menjadikan dunia itu lebih penting dari pada segala-galanya, mengomersialkan ilmu dan mencampakan rohaninya.

Menumbuhkan karakter anak didik terutama dalam bidang agama perlu dilakukan sajak dini, baik di rumah maupun sekolah. Seperti yang dilakukan SMPN 1 Kota Tasikmalaya yang membiasakan anak didiknya melakukan sholat dzuhur berjamaah setiap harinya di sekolah.

“Pembiasaan sholat dhuhur ini diharapkan supaya anak-anak tersbiasa dan disiplin dalam mengerjakan sholat. Terlebih rumah mereka berada jauh dari sekolah. Jadi dimungkinkan mereka akan kehabisan waktu di jalan. Maka dari itu lebih bijak kita melaksanakan sholat dhuhur di sekolah bersama-sama dengan para guru, meski saat ini kondisinya dikerjakan dilapangan karena keterbatasan ruangan”, ungkap Jaja Juhara, S.Ag, M.Pd guru Agama SMPN 1 Kota Tasikmalaya kepada Gema Mitra, saat ditemui diruang kerjanya setelah selesai menjadi iman dalam sholat dhuhur, Kamis pekan kemarin.

Lebih lanjut dikatakan, selain kegiatan sholat berjamaah, sekolah juga memiliki program keagamaan lainnya, seperti sholat dhuha bersama, membaca tadarus Al-Qur’an, pembacaan Asmaul Husna, berdoa bersama dan lain sebagainya setiap Jum’at yang dilaksanakan pagi hari.

“Diharapkan semoga dengan disiplin waktu sholat memupuk rasa solidaritas dan rasa kesitakawanan, punya kepudilian yang tumbuh pada peserta didik”, harapnya.

Sementara H. Cecep Susilawan, S.Pd, MM Kepala SMPN 1 Kota Tasikmalaya mengatakan Shalat bukanlah sekedar kewajiban bagi orang yang beriman, tetapi ia juga merupakan bentuk ketundukan, ketaatan, dan peribadatan seorang hamba kepada Tuhannya. Sehingga dalam shalat ada seribu satu pengajaran yang baik tentang bagaimana etika bermu’amalah dan beribidah kepada Allah, ada pengajaran tentang bagaimana bersikap khusyuk dan tawadhu dihadapan Allah, bagaimana menyampaikan harapan, permintan dan doa kepada Allah, bagaiamana bermunajah dan berdialok dengan Allah, bahkan juga bagaimana bermu’alah dan beretika yang baik dengan sesama manusia dan seterusnya.

“Peran sekolah sangat penting dalam menanamkan kebiasaan shalat bagi siswanya seperti shalat dzuhur berjamaah di sekolah karena setelah pulang sekolah belum tentu siswa melaksanakan shalat dzuhur. Program ini sebagai pembiasaan siswa dalam meningkatkan jiwa spiritual siswa yang jika dilakukan terus-menerus akan menjadikan kebiasaan yang baik bagi siswa”, paparnya. (Tatang RA)