Gema Mitra – Kota Tasik
Bertempat di Jl. K. H Busthomi Kelurahan Awipari, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya dilaksanakannya Milad Ke-99 Haol Pendiri Pesantren Bahrul Ulum di Aula Komplek Pondok Pesantren Bahrul Ulum Awipari, Kamis 13/06/2019.

Acara yang dimulai sejak pukul 20.00 WIB tersebut dihadiri masyarakat di sekitaran pondok pesantren dan Kapolres AKBP Febry K. Ma’ruf datang untuk memberikan sambutannya sebelum Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman yang sedang berada di Cidahu untuk menghadiri Halalbihalal dan Milad Yayasan K.H. Engking di Komplek Yayasan Cidahu, Tamanjaya, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, namun Budi turut menghadiri acara milad ke-99 tersebut tanpa memberikan sambutan karena sudah diwakilkan oleh Kapolres.

Inti dari kegiatan ini adalah silaturahmi bersama alumni-alumni awal berdirinya pondok dan keluarga pesantren yang hal ini disampaikan Ketua Pelaksana Aceng Anwar memaparkan maksud dan tujuan kegiatan tersebut kepada Gema Mitra saat acara sedang berlangsung “Ini merupakan acara haol pendiri pondok pesantren sekaligus pertemuan alumni dan juga pertemuan silaturahmi awal wali santri pondok pesantren bahrul ulum yang biasanya dilaksanakan secara rutin 1 tahun sekali bertepatan tanggal 9 syawal 1440 jadi patokan/ acuannya pada tanggal/ bulan hijriyah dan tanggal masehinya tentatif, dalam arti kondisional.”papar aceng saat diwawancarai Redaksi.

Lanjut diceritakan ketua pelaksana bahwa “Intinya acara ini berhubungan dengan silaturahmi antar alumni dari angkatan tahun awal pendirian sampai angkatan yang baru lulus, dan sekaligus pertemuan orang tua wali santri yang mondok di sini, juga silaturahmi dengan Dewan Kiai, Dewan Guru dan Keluarga Pondok Pesantren, dan itu inti daripada rangkaian acara yang diselenggarakan tiap tahun. Terang Aceng Anwar.

Lebih lanjut diceritakan aceng “KH. Busthomi Beliau itu seorang pendiri pondok pesantren, dulu awal didirkannya pada tahun 1920an dan KH Busthomi wafat sekitar tahun 1968. Dan pada hari ini sekarang memperingati haolnya juga seluruh keluarga pesantren yang sudah meninggal sekaligus memperingatinya yang bisa disebut juga jejak langkah dulu, supaya kita mengingat kepada perjuangan-perjuangan beliau sehingga sekarang diadakan pertemuan silaturahmi. Yang paling utama, mereka yang hadir di sini juga bertemu dengan guru-guru yang masih ada, dan aktif mengajar.” Ujar Aceng.

“Harapannya ke depan kita berharap lebih konsolidasi lagi khususnya seluruh alumni. Supaya antusias para alumni semakin banyak, dan juga dari seluruh masyarakat yang ingin bergabung dengan kami tidak dibatasi usia, siapapun boleh. Dan harapan yang paling utama kita berharap kepada untuk seluruh Mukimin dan Mukimat, untuk mengenang atas jasa-jasa para pejuang ulama yang terdahulu, terutama pendiri pondok pesantren sebagai pembelajaran bagi kita untuk ke depan. Sehingga agar dilakukan hal-hal seperti ini supaya agak tergugah bagaimana caranya kita bisa berjuang seperti para pendahulu-pendahulu seperti para kiai-kiai yang sangat gigih berjuang sehingga Alhamdullilah kita merasakannya dan generasi-generasinya maka dari generasi itu harus bisa menghargai dan tetap berjuang.”Pungkasnya Ketua Pelaksana saat diwawancarai. (M. Rizky Arbianto).