Bupati Tasikmalaya: PKH Harus Jadi Instrumen Efektif Tekan Angka Kemiskinan

Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi dan Halal Bihalal SDM Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Tasikmalaya yang digelar di Pendopo Baru, Selasa (7/4/2026).
Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi dan Halal Bihalal SDM Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Tasikmalaya yang digelar di Pendopo Baru, Selasa (7/4/2026).

Tasikmalaya – Gemamitra.com | Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi dan Halal Bihalal Sumber Daya Manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Tasikmalaya yang digelar di Pendopo Baru, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan para pendamping PKH dalam meningkatkan efektivitas program perlindungan sosial di tengah masyarakat.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Bupati Cecep memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah sepanjang tahun 2025 yang merupakan hasil dari proses perencanaan partisipatif melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Ia menyebutkan, salah satu indikator yang menunjukkan tren positif adalah laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya yang mencapai 5,31 persen pada tahun 2025. Angka tersebut dinilai cukup kompetitif karena hanya terpaut sekitar 0,1 persen dari rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat.

“Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2025 meningkat menjadi 5,31 persen. Selisihnya hanya sekitar 0,1 persen dibandingkan rata-rata Jawa Barat,” ujar Cecep.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tasikmalaya juga menunjukkan peningkatan dengan capaian di angka 70,76 poin. Meski demikian, angka tersebut masih berada di bawah rata-rata IPM Provinsi Jawa Barat yang mencapai 75,90 poin.

Dari sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Tasikmalaya tercatat sebesar 6,54 persen. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan tingkat pengangguran di Jawa Barat yang berada di angka 6,66 persen.

Sementara itu, tingkat kemiskinan di Kabupaten Tasikmalaya masih berada pada angka 10,15 persen, atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi yang berada di kisaran 6,78 persen. Kondisi ini, menurut Bupati, menjadi tantangan yang harus segera diatasi melalui kebijakan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Meski demikian, Cecep menilai berbagai indikator tersebut secara umum menunjukkan tren perkembangan yang positif. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus berupaya mempercepat penurunan angka kemiskinan dengan menghadirkan program-program yang tepat sasaran.

“Kami ingin pembangunan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satu fokus utama kebijakan kami adalah mengentaskan kemiskinan, terutama dari wilayah pinggiran,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran para pendamping PKH sebagai ujung tombak dalam memastikan program bantuan sosial berjalan efektif, tepat sasaran, dan mampu mendorong kemandirian keluarga penerima manfaat.

“Kami berharap para pendamping PKH terus meningkatkan kapasitas dan dedikasinya dalam mendampingi masyarakat, sehingga program ini tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga mampu memberdayakan,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Tim PKH Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Sosial PPKBP3A Kabupaten Tasikmalaya, Kepala BPS Kabupaten Tasikmalaya, Ketua Tim PKH Kabupaten Tasikmalaya, para koordinator PKH tingkat kecamatan, serta para pendamping PKH dari seluruh wilayah Kabupaten Tasikmalaya. (Pakesit)**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *