Gemamitra.com | H. Cecep Susilawan, S.Pd., M.M. lahir di Ciamis, 3 Desember 1967, tumbuh dalam lingkungan sosial budaya Priangan yang menanamkan nilai kesederhanaan, ketekunan, dan penghormatan terhadap ilmu pengetahuan. Nilai-nilai itulah yang kelak membentuk watak pengabdiannya di dunia pendidikan. Dalam perjalanan hidupnya, Kang Haji Cecep tidak pernah memandang pendidikan sekadar sebagai profesi, melainkan sebagai jalan panjang pengabdian sosial dan moral yang menuntut konsistensi, kesabaran, serta kejujuran. Nilai-nilai tersebut pula yang kelak membuatnya dikenal dekat dan membumi di kalangan guru, hingga lahir panggilan akrab “Akang Aing”.
Karier pendidikannya dimulai dari bawah, dari ruang kelas yang menjadi fondasi paling nyata dunia pendidikan. Ia mengawali pengabdian sebagai Guru SMP Negeri 9 Kota Tasikmalaya. Di fase ini, Kang Haji Cecep berhadapan langsung dengan realitas pendidikan yang sesungguhnya. Ia menyaksikan bagaimana perbedaan latar belakang keluarga, ekonomi, dan lingkungan sosial memengaruhi cara belajar peserta didik. Pengalaman ini membentuk keyakinannya bahwa kebijakan pendidikan yang baik harus berangkat dari pemahaman lapangan, bukan sekadar konsep di atas kertas. Kedekatannya dengan siswa dan sesama guru menumbuhkan citra sebagai pendidik yang hadir, mendengar, dan menguatkan.
Dedikasi dan kemampuan manajerialnya kemudian mengantarkannya dipercaya memimpin satuan pendidikan. Ia menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 11 Kota Tasikmalaya, sebelum selanjutnya memimpin SMP Negeri 1 Kota Tasikmalaya. Pada masa kepemimpinannya, Kang Haji Cecep dikenal menanamkan budaya mutu yang tidak berhenti pada pencapaian akademik semata, tetapi juga pada pembentukan karakter, disiplin, serta kepedulian sosial dan lingkungan. Ia mendorong guru untuk terus belajar, membuka ruang dialog dalam pengambilan keputusan sekolah, dan menjadikan sekolah sebagai komunitas pembelajar yang hidup. Gaya kepemimpinannya yang egaliter inilah yang memperkuat ikatan emosional antara pemimpin dan warga sekolah.
Kepemimpinan yang konsisten itu berbuah pengakuan. Tahun 2018 menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan kariernya. Ia meraih Kepala Sekolah Berprestasi Peringkat 1 tingkat Kota Tasikmalaya, serta Peringkat 2 tingkat Provinsi Jawa Barat. Pada tahun yang sama, ia juga meraih Juara 1 Penulisan Best Practice Pengelola Sekolah tingkat Provinsi Jawa Barat, sebuah prestasi yang menegaskan kapasitasnya sebagai praktisi pendidikan yang mampu merefleksikan pengalaman lapangan menjadi gagasan. Di periode ini pula, mengantarkan SMP Negeri 11 dan SMP Negeri 1 Kota Tasikmalaya yang dipimpinnya meraih predikat sebagai Juara Sekolah Sehat, Tata Kelola BOS, dan Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2017–2021.
Prestasi tersebut tidak membuatnya berhenti di zona nyaman. Tahun 2019, ia kembali meraih Kepala Sekolah Berprestasi Peringkat 1 tingkat Kota Tasikmalaya. Pengakuan atas pengabdian jangka panjangnya juga datang dari negara. Pada tahun 2017, Kang Haji Cecep menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya XX Tahun dari Presiden Republik Indonesia, sebagai simbol dedikasi dan loyalitas dalam pengabdian.
Perjalanan kariernya kemudian memasuki fase birokrasi pendidikan. Kang Haji Cecep dipercaya mengemban jabatan struktural di Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, diawali sebagai Kepala Bidang Pembinaan SD, lalu menjabat Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (PGTK). Sebagai Kepala Bidang PGTK, H. Cecep Susilawan dikenal mendorong pembinaan yang bersifat substansial, berkelanjutan, dan berpihak pada peningkatan kualitas guru. Di fase ini, relasinya dengan guru semakin luas, dan panggilan “Akang Aing” kian melekat sebagai simbol kedekatan emosional.
Pada akhir tahun 2025, ia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya. Dalam peran ini, ia memastikan sinkronisasi kebijakan, efektivitas program, serta tata kelola organisasi berjalan secara profesional, tanpa melepaskan nilai kemanusiaan dalam pelayanan pendidikan.
Di luar birokrasi, Haji Cecep aktif di Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Ia pernah menjabat Wakil Ketua PGRI Cabang Cibeureum, Ketua PGRI Cabang Tawang, hingga Wakil Ketua Dewan Kehormatan Guru PGRI Kota Tasikmalaya. Tahun 2025 menjadi momentum penting ketika dukungan guru menguat dan mengantarkannya terpilih sebagai Ketua PGRI Kota Tasikmalaya periode 2025–2030. Sosok yang akrab disapa “Akang Aing” ini dipandang mampu menjadi pengayom, jembatan aspirasi, sekaligus penjaga marwah profesi guru.
Memasuki awal tahun 2026, H. Cecep Susilawan resmi memasuki masa purnabakti. Pensiun baginya bukan akhir perjalanan, melainkan peralihan peran. Ia memilih memusatkan pengabdiannya pada PGRI Kota Tasikmalaya, melanjutkan pengabdian dengan semangat yang sama. Jejak panjang pengabdian H. Cecep Susilawan “Akang Aing” menjadi cermin keteladanan tentang bagaimana pendidikan dijalani dengan hati, kesetiaan, dan tanggung jawab sosial yang tak pernah usai. Nilai-nilai itulah yang kemudian menjelma menjadi laku pengabdian panjang Kang Haji Cecep dalam merawat pendidikan dan menjaga martabat guru di Kota Tasikmalaya.***
Penulis: Arif Fathur


















