Tasikmalaya – Gemamitra.com | Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tasikmalaya sukses menyelenggarakan Konferensi Masa Bakti XXIII untuk periode 2025–2030. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Horison, Kota Tasikmalaya, pada Minggu (31/5/2025), mengusung tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju.”
Konferensi ini merupakan tahap kedua, setelah sebelumnya digelar tahap pertama di Gedung PGRI Kota Tasikmalaya pada Selasa (26/5/2025).
Dalam forum penting tersebut, dilangsungkan pemilihan Ketua PGRI Kota Tasikmalaya (F1). Cecep Susilawan terpilih sebagai ketua untuk masa bakti 2025–2030, setelah memperoleh 254 suara dari total 420 pemilih. Ia mengungguli tiga kandidat lainnya, yakni Yonandi (106 suara), Nana Hermawan (48 suara), dan Abdul Falah (12 suara).
Sementara itu, posisi Wakil Ketua (F2) diisi oleh:
• Wakil Ketua I: Dody Jaenudin
• Wakil Ketua II: Elsa Kristina
• Wakil Ketua III: Pudin Hidayat
• Sekretaris: Hj. Affi Endah Navilah
Dalam pidato perdananya sebagai ketua terpilih, Cecep menyampaikan komitmennya untuk menjadikan PGRI sebagai organisasi profesi guru yang profesional, dinamis, dan menyejahterakan anggotanya. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara PGRI dan program pendidikan Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Menanggapi isu perlindungan hukum terhadap guru, Cecep menekankan pentingnya mendorong percepatan lahirnya Undang-Undang Perlindungan Guru. Selain itu, ia menyoroti urgensi pemberian insentif, pemerataan distribusi guru, dan peningkatan kompetensi sebagai bagian dari prioritas program kerja PGRI ke depan.
“Kami akan membentuk kepengurusan yang inklusif, lintas jenjang dan gender, agar seluruh suara dari cabang-cabang bisa tersampaikan,” ujarnya.
Terkait pengelolaan Gedung PGRI, Cecep menegaskan bahwa seluruh aset organisasi akan dikelola secara tertib, akuntabel, dan transparan, merujuk pada laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya. (Pakesit)***


















