Dorong Ketahanan Pangan Rumah Tangga, KKN 107 Krueng Mate Buat Kebun Percontohan

Aceh Utara – GM | Ketahanan pangan merupakan salah satu aspek krusial bagi keberlangsungan sebuah negara. Selama ini, Indonesia masih bergantung pada impor bahan pangan, yang turut membentuk pola konsumsi tinggi di masyarakat, terutama dalam lingkup rumah tangga.

Menyikapi kondisi ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 107 Krueng Mate menghadirkan solusi dengan menciptakan kebun percontohan sebagai upaya mendorong ketahanan pangan keluarga.

Bacaan Lainnya

Program kebun percontohan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah. Nurrahmadani, selaku koordinator program, menyoroti tingginya ketergantungan rumah tangga terhadap pasar, yang dapat menyebabkan lonjakan harga saat pasokan terganggu.

“Kebun tahan pangan ini merupakan upaya kami untuk memberikan contoh kepada masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, bahwa kebutuhan pangan dapat dipenuhi dengan menanam sendiri di lahan kosong sekitar rumah. Selain itu, aktivitas berkebun juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh,” ujarnya.

Di lokasi berbeda, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Anis Nugrahawati, S.Pi., M.Si., mengapresiasi inisiatif kebun percontohan ini. Ia berharap masyarakat dapat meniru dan menerapkan konsep serupa di lingkungan mereka.

“Ini program yang sangat bagus. Kita tahu bahwa ketergantungan masyarakat terhadap pasar masih sangat tinggi. Dengan adanya kebun seperti ini, masyarakat bisa lebih mandiri, tinggal petik di belakang rumah. Saya berharap program ini dapat menginspirasi banyak orang,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN 107 terbagi dalam beberapa tugas, di antaranya Rahma dan Ilal sebagai penanggung jawab program, Reyhan sebagai penanggung jawab kebun, serta Sufi dan Fitra yang bertugas menyiram tanaman. Sementara itu, Putra dan anggota lainnya membantu dalam berbagai keperluan kebun.

Dengan adanya kebun percontohan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya ketahanan pangan dan dapat menerapkan konsep serupa untuk mendukung kemandirian pangan rumah tangga. (MIS)***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *