SMAN 1 Kota Tasikmalaya Gaungkan Pelestarian Budaya Sunda Lewat “Gumebyar Satas 2025”

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Dicky Chandra Negara berfoto bersama Kepala SMAN 1 Kota Tasikmalaya Dr. H. Yonandi, S.Si., M.T., para guru, serta siswa-siswi usai pembukaan acara Gumebyar Satas Sayaga Ngamumule Budaya Sunda di Aula SMAN 1 Kota Tasikmalaya, Kamis (22/5/2025). Dok Fahmi Satas.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Dicky Chandra Negara berfoto bersama Kepala SMAN 1 Kota Tasikmalaya Dr. H. Yonandi, S.Si., M.T., para guru, serta siswa-siswi usai pembukaan acara Gumebyar Satas Sayaga Ngamumule Budaya Sunda di Aula SMAN 1 Kota Tasikmalaya, Kamis (22/5/2025). Dok Fahmi Satas.

Tasikmalaya — Gemamitra.com | SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya atau SATAS, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal lewat gelaran bertajuk Gumebyar Satas Sayaga Ngamumule Budaya Sunda yang digelar pada Kamis, 22 Mei 2025. Bertempat di aula sekolah, kegiatan ini diramaikan dengan berbagai pentas seni dan kreasi budaya hasil karya para siswa.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Dicky Chandra Negara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi mendalam terhadap upaya sekolah dalam menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
“Alhamdulillah, acara ini luar biasa. Saya merasa ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa kita sedang berada di tengah krisis budaya. Tapi di sini, saya melihat harapan lewat semangat anak-anak menampilkan budaya Sunda dengan sangat apik,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kota Tasikmalaya, Dr. H. Yonandi, S.Si., M.T., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari program pelestarian budaya yang juga digagas oleh tokoh budaya sekaligus Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
“Gumebyar Satas adalah bentuk konkret kami dalam merespons program pelestarian budaya Sunda. Bahkan kami membangun gazebo dengan arsitektur khas Sunda sebagai ruang belajar yang menyatu dengan nilai-nilai lokal,” jelasnya.

Yonandi juga menambahkan bahwa pihak sekolah telah menjalankan program rutin bertema budaya Sunda setiap hari Kamis.
“Kami punya program Kamis Nyunda. Siswa kami tampilkan karya seperti pecle, bekles, hingga egang. Harapannya, kegiatan ini bisa menanamkan karakter kuat dan membentuk kompetensi unggul bagi peserta didik,” tambahnya.

Dengan kegiatan ini, SMAN 1 Kota Tasikmalaya menunjukkan bahwa pendidikan tak hanya soal akademik, tetapi juga soal membangun jati diri melalui pelestarian budaya. (Pakesit)***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *