Dari Kehidupan yang sangat sederhana, siapa sangka Dua Siswi Ini menuju Go International

Tasikmalaya – GM | Adalah Sartikasari dan Rena Cahyani siswi kelas XII jurusan ATPH (Agrobisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura) SMK Nurusalam Salopa Kabupaten Tasikmalaya, yang tak disangka kedua siswi ini berhasil meraih peringkat international dalam ajang 1st Global Youth Ocean in Geongsanbuk-Do south of korea dan French Speech For Senior High school yang di gagas oleh Telkom University. meski dalam bentuk presntasi online dengan konsep daring namun tak urung, keduanya berhasil mensejajarkan diri dengan sekolah sekolah ternama di Indonesia.

Rena Cahyani bersama Guru Pembimbing dalam Program 1st Global Youth Ocean of South Korea Geounsanbok. Dok istimewa.

Dalam 1st Global Youth Ocean in Geongsanbuk-Do south of korea Rena Cahyani berhasil menyimak dan memberikan argumentasi tentang batas batas laut dalam zona ekonomi eklusif di perairan Indonesia, semntara Sartikasari berhasil mendapatkan partisipasi dalam perjngkat kepiawaian dan kemampuan dalam berbahasa asjng yakni bahasa perancis bagi tingkat sekolah menengah atas dan sederajat.

Bacaan Lainnya

“Bangga dan terharu saya bisa mendapatkan piala dan sertifikat international ini,” ujar Rena.

Anak ke lima dari enam bersaudara ini menuturkan bahwa keberhasilannya tentu saja berkat dukungan moril para guru di sekolahnya yang selalu memberikan motivasi bagi dirinya.

Piagam penghargaan. Dok istimewa

“Ini juga saya persembahkan untuk almarhum adik saya yang baru meninggal dunia, semoga dia merasa bangga di alamnya memiliki kakak yang bisa menoreh prestasi untuk keluargnya ” ujarnya Lirih menahan haru.

Baik Sartikasari maupun Rena, keduanya bukanlah siswi yang dibesarkan dengan gemerlap harta dan kekayaan maupun fasilitas orang tua yang sangat besar, namun berangkat dari kesedrhanaan keluarganyalah keduanya berhasil mengharumkan  sekolah dan keluarganya.

“Ayah sayah hanya seorang buruh tani dan ibu hanya sworang ibu rumah tangga biasa, saya hanya ingin membanggakan merka dengan apa yang saya ukir prestasi di sekolah,” tambahnya.

Meski keduanya berniat jngin sekali melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, namun faktor ekonomi keluarganyalah yang membuat keduanya pasrah dengan kenyataan yabg ada.

“Pinginnya sih kuliah tapi jika tidak memjngkinkan kami mencoba untuk mencari pekerjaan dulu setamat sekolah nanti ” pungkas mereka.

Piagam penghargaan. Dok istimewa.

Semntara Kepala Sekolah SMK Nurusalam Salopa, Deni Romdoni berharap kedua siswanya ini bisa meraih cita citanya sesuai dengan kemampuan akademik yang merka dapatkan.

“Keduanya memang memiliki nilai yang luar biasa di kelasnya dari mulai kelas X sd kelas XII, keduanya  juga mendapatkan Bea siswa dan KIP, semoga mereka bisa meraih cita citanya nanti, kita akan bantu merka insha allah” ujar Deni. (dzm)***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *