Disdik Kota Tasikmalaya Melepas 7 Orang Guru Menuju OGN Jabar 2019

Gema Mitra – Kota Tasikmalaya
Kontingen Kota Tasikmalaya mengirim 7 orang guru dalam kegiatan Olimpiade Guru Nasional (OGN) SD dan SMP tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2019. Perwakilan guru terpilih tersebut dilepas oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Budiaman Sanusi di kompleks perkantoran Kota Tasikmalaya, Senin (25/3/2019) untuk mengikuti seleksi Olimpiade Guru Nasional jenjang pendidikan dasar (pendas) tingkat provinsi Jawa Barat tahun 2019 yang akan dilangsungkan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat dari tanggal 25 hingga 27 Maret 2019.

Ketujuh orang guru tersebut yaitu Resha Hadi Sucipto, S.Pd.SD dari SDN Mugarsari, Purnomo Saputro, M.Pd dari SDN 1 Nagarasari, Yayan Saofyan Saury, M.Pd dari SMPN 5 Tasikmalaya, Toni Suryaman, M.Pd dari SMPN 5 Tasikmalaya, Firman Bahtiar, M.Pd dari SMPN 2 Tasikmalaya, serta Linda Kholidatunnur, M.Pd dan Mia Ratna Sari, S.Pd dari SMP Al-Muttaqin.

Budiaman selaku kepala dinas mengaku bangga dan mengapresiasi keikutsertaan peserta hingga akhirnya lolos 7 orang guru ke OGN tingkat Jabar tahun 2019. Ia menuturkan, OGN tahun 2019 berbasis dalam jaringan (daring) alias online, sehingga terdapat beberapa perbedaan dengan OGN biasa. Namun, pada dasarnya adanya OGN diharapkan bisa memacu para guru untuk meningkatkan kapasitasnya.

“Terpilih atau tidak terpilih, paling tidak mereka sudah berusaha karena mereka sudah menjadi yang terbaik dari Kota Tasikmalaya. Namun diharapkan perwakilan dari Kota Tasik bisa dapat hasil maksimal, kalau bisa sampai tingkat nasional. Karena hal itu akan menjadi memotivasi guru untuk meningkatkan kapasitasnya,” katanya.

Kepala Seksi Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan SMP Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Ade Daryanto menambahkan, OGN yang dilakukan secara daring pada tahun ini bisa menjadi pilot project untuk kejuaraan lainnya di bawah Dinas Pendidikan. Karena tidak tertutup kemungkinan perlombaan lainnya untuk siswa seperti OSN dan sebagainya ataupun kejuaraan Guru Berprestasi dan sebagainya, diselenggarakan secara daring.

“Kalau biasanya kan diadakan dulu di sini (OGN tingkat Kota Tasikmalaya), tapi sekarang tidak. Ibu bapak guru daftar langsung secara online, dan sekarang lolos 7 orang. Dari SMP 5 orang, dan dari SD 2 orang,” katanya. “Adapun pada OGN SMP terdiri dari 5 pelajaran, yaitu Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Sedangkan untuk guru jenjang SD terdiri dari mata pelajaran tematik dan Matematika”, imbuh Ade.

Salah satu peserta, Purnomo Saputro, M.Pd dari SDN 1 Nagarasari mengatakan bahwa OGN tahun ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, mulai dari mata pelajaran yang di lombakan (untuk SD Tematik dan Matematika) juga sistem seleksi yang dilaksanakan. Disini guru harus mulai melek dengan perubahan tentang seleksi daring. Tak hanya itu, untuk kegiatan di Provinsi juga mengalami perubahan. Guru mendapatkan pembinaan terlebih dahulu tentang materi-materi yang akan dilombakan. Sehingga semuanya diharapkan optimal ketika nanti dilaksanakan pas waktunya.

“Ini sangat bagus, apalagi di era revolusi industri 4.0 guru tidak mungkin untuk menghindar dari perubahan tersebut. Jangan sampai nanti seperti diseret oleh zaman dan tingkat kebocoran soal pun sangat minim”, ujar Purnomo.

Hal senada dikatakan Resha Hadi Sucipto, S.Pd.SD dari SDN Mugarsari, bahwa dengan adanya OGN menjadi. “Saya cukup bangga bisa mewakili Kota Tasikmalaya, namun mohon apresiasi dari semua pihak supaya dalam menjalankan kegiatan ini diberikan kesehatan, kelancaran dan mendapat hasil yang memuaskan sesuai dengan apa yang diharapan”, ungkapnya. (Kesit)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *