Isra Mi’raj di Masjid Al-Falah Ciriri, Ustaz Khoeruman Tekankan Makmurkan Masjid

Tasikmalaya – Gemamitra.com | Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al-Falah, Dusun Ciriri RT 12, Desa Cijulang, Minggu malam (11/01/2026). Warga setempat tampak antusias menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW (Rajaban) yang diselenggarakan oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falah.

Kegiatan diawali dengan sambutan silaturahmi yang disampaikan Deden selaku perwakilan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tengah bertugas di Desa Cijulang. Acara tersebut juga dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Cijulang serta disaksikan langsung oleh Kepala Wilayah (Karwil) setempat.

Bacaan Lainnya

Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh Ustaz Khoeruman, Pimpinan Pondok Pesantren Riyadul Mubtadiin. Dalam ceramahnya, ia menekankan besarnya pahala bagi umat Islam yang melangkahkan kaki menuju majelis ilmu dengan niat yang ikhlas.

“Barang siapa yang melangkahkan kedua kakinya, dari mana pun arahnya, dengan niat menuntut ilmu—baik pengajian mingguan, bulanan, Muludan, maupun Rajaban—maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya bahkan sebelum ia sampai ke tempat tujuan,” ungkap Ustaz Khoeruman.

Selain itu, ia juga menyampaikan kritik sosial terhadap fenomena masyarakat saat ini. Menurutnya, masih banyak orang yang merasa berat menghadiri pengajian, namun justru sangat antusias ketika beraktivitas di media sosial seperti TikTok. Ia mengajak jamaah untuk membiasakan diri memaksa hati agar tetap hadir dalam majelis ilmu tanpa banyak alasan.

Lebih lanjut, Ustaz Khoeruman mengingatkan pentingnya meluruskan niat datang ke masjid semata-mata karena cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Ia menjelaskan bahwa hakikat syukur adalah memanfaatkan nikmat yang diberikan Allah, seperti umur panjang dan kesehatan, sesuai dengan tujuan penciptaannya.

“Ketika Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, bangunan pertama yang didirikan adalah masjid, bukan hotel atau bangunan mewah lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa masjid adalah tempat paling mulia di muka bumi. Karena itu, masjid harus dimakmurkan dengan shalat berjamaah dan kegiatan pengajian,” tuturnya.

Menutup tausiyah, Ustaz Khoeruman menekankan pentingnya regenerasi kepengurusan masjid. Ia mengajak para pemuda untuk lebih aktif dan tidak menyerahkan sepenuhnya urusan masjid kepada generasi yang lebih tua.

“Harus ada regenerasi imam dan khatib. Mari kita makmurkan masjid ini oleh warga sendiri, jangan selalu bergantung pada orang luar. Semoga ke depan, khususnya malam Senin, jamaah bisa semakin kompak dan ramai,” harapnya.***

Kontributor: Lida Nurlaela

Editor: Pakesit

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *