Mahasiswa KKN 04 INUTAS Dorong Penguatan Pendidikan PAUD dan Keagamaan di Desa Nagaratengah

Tasikmalaya – Gemamitra.com | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 04 Institut Nahdlatul Ulama Tasikmalaya (INUTAS) mengoptimalkan peran pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan formal dan nonformal di Desa Nagaratengah, Selasa (13/1/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua titik, yakni PAUD Tanjungsari dan MDTA Al-Hikmah, dengan sasaran anak-anak usia dini hingga tingkat dasar. Program ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus pembinaan karakter dan keagamaan anak sejak usia dini.

Bacaan Lainnya

Pada pagi hari, pukul 07.30 hingga 10.00 WIB, mahasiswa KKN terlibat langsung dalam proses pembelajaran di PAUD Tanjungsari. Mereka mendampingi kegiatan belajar dengan metode bermain sambil belajar, yang difokuskan pada pengembangan motorik, kreativitas, serta pembentukan karakter anak. Suasana kelas berlangsung ceria saat mahasiswa mengajak anak-anak bernyanyi dan berinteraksi secara aktif.

Selanjutnya, pada siang hari pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, mahasiswa melanjutkan kegiatan di MDTA Al-Hikmah. Di lembaga pendidikan keagamaan tersebut, mahasiswa membantu pendampingan baca tulis Al-Qur’an serta menyampaikan materi akhlak dasar kepada para santri.

Meski kegiatan berjalan lancar, mahasiswa KKN mengaku menghadapi sejumlah tantangan, khususnya dalam pengelolaan kelas dan pengondisian anak-anak yang memiliki tingkat keaktifan tinggi.

“Menghadapi anak-anak usia dini dan sekolah dasar membutuhkan kesabaran ekstra. Tantangan terbesarnya adalah menjaga fokus mereka agar tetap pada materi di tengah suasana kelas yang dinamis,” ujar Nuri, mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI).

Dari pengalaman tersebut, Kelompok KKN 04 INUTAS menyimpulkan bahwa penguasaan kelas menjadi kunci utama keberhasilan proses pembelajaran. Untuk mengatasi kendala, mahasiswa menerapkan pendekatan yang lebih interaktif, seperti ice breaking di sela materi, penggunaan intonasi suara yang variatif, serta pendekatan personal kepada siswa yang kurang fokus.

Dengan strategi tersebut, materi pembelajaran dapat diterima dengan lebih efektif. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi positif bagi lembaga pendidikan di Desa Nagaratengah, tetapi juga menjadi sarana penguatan kemampuan pedagogik dan sosial mahasiswa selama menjalani masa pengabdian.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *