BANDUNG, gemamitra.com – Ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Bandung memadati Selah Hall – Piset Square, Kamis (5/2/2026). Mereka hadir dalam kegiatan Sosialisasi Pemberantasan Radikalisme di Kalangan Generasi Muda bertajuk “Ngajaga Lembur, Ngarawat NKRI” yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat.
Mahasiswa yang hadir berasal dari berbagai kampus ternama, di antaranya Universitas Islam Bandung, Universitas Pasundan, dan Telkom University. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan ideologi di kalangan generasi muda.
Acara dibuka langsung oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai kaum intelektual dan agen perubahan, khususnya dalam menyaring informasi di tengah derasnya arus konten digital yang berpotensi mengandung narasi ekstrem.
“Mahasiswa yang hadir hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Di pundak kalian tanggung jawab menjaga lingkungan dari pengaruh paham yang ingin membenturkan nilai agama dan kebangsaan,” tegasnya di hadapan peserta.
Dalam sesi diskusi, para mahasiswa diajak memahami kerentanan psikososial generasi Z terhadap paparan narasi radikal, terutama melalui algoritma media sosial yang kerap menciptakan echo chambers dan mempersempit ruang berpikir kritis. Antusiasme peserta terlihat saat sesi tanya jawab berlangsung dinamis, dengan berbagai pertanyaan seputar strategi menghadapi hoaks, provokasi identitas, hingga polarisasi di ruang digital.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat, Wahyu Mijaya, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif mahasiswa lintas kampus tersebut. Menurutnya, kolaborasi generasi muda menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah.
“Semangat dari Selah Hall ini kami harapkan dapat dibawa kembali ke kampus masing-masing. Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam merawat keutuhan NKRI,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan deklarasi komitmen “Mahasiswa Bandung Anti-Radikalisme” serta sesi foto bersama sebagai simbol kesiapan generasi muda dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.**


















