Tasikmalaya – Gemamitra.com | SD Negeri Sukasari, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, menyambut kegiatan diseminasi riset bertajuk “Transformasi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Melalui Pendekatan Etno-ESD dan Etno-STEM” yang digelar oleh Program Magister Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan kepala sekolah sebagai upaya memperkuat inovasi pembelajaran yang kontekstual, kreatif, serta berakar pada kearifan lokal.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa S2 PGSD mempresentasikan hasil risetnya melalui modul pembelajaran berbasis etno. Firman Nurdiansyah, S.Pd memaparkan modul Etno-STEM melalui praktik anyaman bambu untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif. Sementara itu, Husnunnisa, S.Pd mengangkat pembuatan dodol Garut dalam pendekatan Etno-ESD, dan Puti Hera Febiyan, S.Pd memperkenalkan pembuatan galendo sebagai media pembelajaran berbasis Etno-ESD yang juga berorientasi pada penguatan kreativitas siswa.
Ketua Program Studi S1 dan S2 PGSD sekaligus dosen pembimbing, Dr. Ghullam Hamdu, M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan diseminasi ini merupakan bagian dari luaran akademik mahasiswa S2 yang wajib menyebarluaskan hasil penelitiannya kepada masyarakat, khususnya dunia pendidikan.

“Ini merupakan program prodi sebagai bentuk luaran dari mahasiswa S2, di mana mereka harus mendiseminasikan hasil risetnya. Fokus penelitiannya mengaitkan kearifan lokal dengan pembelajaran di sekolah dasar melalui pendekatan Etno-ESD dan Etno-STEM,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana referensi bagi guru bahwa pembelajaran dapat dikembangkan secara fleksibel dengan berbagai pendekatan yang kontekstual. Selain itu, diseminasi ini menjadi jembatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia pendidikan di lapangan.
“Jangan sampai hasil penelitian hanya berhenti di kampus. Harus ada transfer pengetahuan kepada masyarakat, khususnya guru, agar bisa diketahui dan dimanfaatkan secara luas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SDN Sukasari, Yasin Sholeh, S.Pd., M.Pd, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai diseminasi riset ini memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.
“Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini menjadi kesempatan berharga bagi guru-guru untuk merefleksikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dengan mengintegrasikan kearifan lokal secara kontekstual dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Menurutnya, pendekatan Etno-ESD dan Etno-STEM mampu menjadi inspirasi baru dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman. “Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga bisa diimplementasikan di kelas sehingga berdampak pada peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di sekolah,” pungkasnya. (Pakesit)**


















