Tasikmalaya – Gemamitra.com | Upaya melestarikan kearifan budaya lokal terus digelorakan di lingkungan pendidikan. Salah satunya dilakukan SDN 1 Pengadilan dengan menggelar kegiatan melukis payung geulis, ikon khas Kota Tasikmalaya, pada Rabu, 30 April 2026.
Kegiatan yang diikuti oleh 83 siswa kelas VI ini merupakan bagian dari ujian praktik mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya. Selain sebagai evaluasi pembelajaran, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kreativitas serta memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri melalui karya seni yang sarat nilai budaya.

Kepala SDN 1 Pengadilan, Elsa Kristina, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai bentuk nyata penanaman kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengembangkan kreativitas siswa sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap budaya daerah, khususnya payung geulis, agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” ujarnya.
Elsa menuturkan, untuk pelaksanaan kegiatan dipusatkan di GOR SDN Pengadilan dengan pertimbangan kenyamanan peserta. “Lokasi yang luas dan sejuk dinilai mendukung siswa dalam berkarya secara optimal,” ucapnya.

Menariknya, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber berkompeten, yakni Dr. Selvi Noviyani, yang merupakan pengurus PGRI Kota Tasikmalaya. Kehadirannya didasarkan pada rekam jejaknya sebagai guru inovatif dan berdedikasi di bidang seni lukis, serta pengalaman dalam pelatihan dan penjurian lomba melukis payung geulis.
Sebelum praktik dimulai, para siswa terlebih dahulu mendapatkan pembekalan materi mengenai pentingnya mencintai dan melestarikan budaya lokal, dilanjutkan dengan arahan teknis melukis di media payung geulis.
Menurut Dr. Selvi Noviyani, kegiatan semacam ini memiliki dampak positif yang besar bagi generasi muda.
“Selain mengenalkan payung geulis sebagai kerajinan khas Tasikmalaya, kegiatan ini juga mengandung nilai budaya yang penting. Ini menjadi salah satu upaya agar siswa tumbuh rasa cinta dan bangga terhadap warisan budaya daerahnya,” ungkapnya.

Selvi menilai, selama proses berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan. Didampingi guru, mereka menuangkan ide dan imajinasi ke dalam lukisan yang beragam dan penuh warna.
“Hasil karya yang dihasilkan pun dinilai melampaui ekspektasi, dengan ragam motif yang indah dan kreatif. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum berharga bagi siswa untuk berekspresi sekaligus memperkuat identitas budaya mereka sebagai generasi penerus Tasikmalaya, pungkasnya. (Pakesit)**


















