Lhokseumawe — Gemamitra.com | Pasca terjangan banjir besar Aceh 2025, upaya pemulihan tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga lahir dari kepedulian kalangan akademisi.
Semangat gotong royong itulah yang tercermin dalam kegiatan pengabdian masyarakat kolaborasi nasional yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malikussaleh (Unimal) di Gampong Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Rabu (22 April 2026).
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari BEM Unimal, Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DKPPP) Kota Lhokseumawe, hingga mahasiswa dari Universitas Andalas (Unand) dan Universitas Sumatera Utara (USU). Kolaborasi tersebut difokuskan pada pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan budidaya perikanan tambak yang terdampak cukup parah akibat banjir.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi tanah sawah pascabencana menunjukkan tingkat keasaman (pH) yang cukup tinggi, mencapai angka 3,5. Kondisi ini dinilai tidak ideal untuk produktivitas pertanian, sehingga diperlukan langkah penanganan melalui pemberian pupuk kompos dan pupuk organik guna mengembalikan kesuburan tanah.
Sebagai bentuk inovasi, BEM Unimal turut memperkenalkan teknologi pirolisis, yakni alat yang mampu menghasilkan insektisida alami sekaligus pupuk organik. Teknologi ini diharapkan menjadi solusi ramah lingkungan bagi petani dan pembudidaya tambak dalam meningkatkan hasil produksi secara berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Geuchik Gampong Ujong Pacu, Ketua BEM Unimal Muhammad Ilal Sinaga, Kepala Dinas DKPPP Kota Lhokseumawe Cut Riezka, serta mahasiswa dari Unand dan USU yang terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan.
Ketua BEM Unimal, Muhammad Ilal Sinaga, menuturkan bahwa kegiatan ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi masyarakat pascabencana yang belum sepenuhnya pulih. “Kegiatan ini hadir atas dasar keprihatinan kami terhadap kondisi perekonomian masyarakat pascabencana yang masih jauh dari kata pulih,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas DKPPP Kota Lhokseumawe, Cut Riezka, menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaboratif yang dilakukan oleh mahasiswa. “Kami menyambut baik program kolaborasi ini sebagai bentuk kepedulian dari lingkungan akademik. Pemerintah daerah tentu siap mendukung dari sisi fasilitas maupun pendampingan,” katanya.
Apresiasi juga datang dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Malikussaleh, Alfian. Ia menilai konsistensi BEM Unimal dalam mendampingi masyarakat sejak awal bencana patut diapresiasi. “Saya sangat mengapresiasi BEM Unimal yang sejak awal bencana sudah turun langsung ke lapangan, bahkan hingga saat ini terus melaksanakan pengabdian bersama mahasiswa dari Unand dan USU. Ini adalah wujud nyata semangat bahu membahu membangun Aceh,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan proses pemulihan ekonomi masyarakat di Lhokseumawe dapat berjalan lebih cepat, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam menghadapi serta bangkit dari dampak bencana. (Red)**


















