Konferensi Kerja I PGRI Kota Tasikmalaya Teguhkan Komitmen Wujudkan Guru Bermutu Menuju Tasikmalaya Maju

Pelantikan dan pengucapan sumpah pengurus PGRI Kota Tasikmalaya masa bakti 2025–2030 berlangsung khidmat dalam rangkaian Konferensi Kerja I PGRI Kota Tasikmalaya di Gedung Bappelitbangda, Sabtu (6/6/2026). Dok. Asep M
Pelantikan dan pengucapan sumpah pengurus PGRI Kota Tasikmalaya masa bakti 2025–2030 berlangsung khidmat dalam rangkaian Konferensi Kerja I PGRI Kota Tasikmalaya di Gedung Bappelitbangda, Sabtu (6/6/2026). Dok. Asep M

Tasikmalaya – Gemamitra.com | Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tasikmalaya menggelar Konferensi Kerja Kota (Konkerkot) I Tahun 2026 di Gedung Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, Jumat–Sabtu (5–6/6/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Memperkuat Peranan PGRI dalam Mewujudkan Guru Bermutu Menuju Tasikmalaya Maju.”

Konferensi kerja yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri Plh Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Hanafi, S.H., M.H., Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Dr. H. Rojab Risman Taufik, S.Sos., M.Si., Ketua PGRI Jawa Barat H. Akhmad Juanda, S.Pd., M.Pd., Ketua PGRI Kota Tasikmalaya H. Cecep Susilawan, S.Pd., M.M., mantan Ketua PGRI Kota Tasikmalaya H. Dodo Agus Nurjaman, S.Pd, serta jajaran pengurus dan anggota PGRI dari berbagai tingkatan.

Bacaan Lainnya

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh H. Aan, dilanjutkan dengan menyanyikan Mars PGRI, pembacaan ikrar PGRI, laporan panitia pelaksana, pelantikan pengurus, hingga pengucapan sumpah dan janji pengurus PGRI masa bakti 2025–2030.

Ketua Pelaksana Konkerkot I PGRI Kota Tasikmalaya, Apipudin, menjelaskan bahwa konferensi kerja merupakan agenda tahunan organisasi yang bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program kerja tahun sebelumnya sekaligus menyusun dan merumuskan program kerja tahun berjalan.

“Tidak semua program kerja tahun 2025 dapat dilaksanakan secara tatap muka. Namun pengurus PGRI Kota Tasikmalaya bersama seksi bidang dan perangkat kelengkapan organisasi tetap berupaya melaksanakan program melalui kombinasi daring dan luring sesuai hasil keputusan konferensi kerja sebelumnya,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya guru dan tenaga kependidikan terus dilakukan melalui berbagai perangkat organisasi seperti Perempuan PGRI, APKS, SLCC, serta kerja sama dengan instansi pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai lembaga yang bergerak di bidang pendidikan.

Sementara itu, Ketua PGRI Kota Tasikmalaya, H. Cecep Susilawan, mengungkapkan bahwa jumlah guru di Kota Tasikmalaya mencapai sekitar 6.000 orang. Namun, yang tercatat aktif dalam sistem organisasi PGRI baru sekitar 4.000 orang.

Ia berharap Konferensi Kerja I Tahun 2026 dapat menjadi momentum untuk meningkatkan partisipasi dan keterlibatan guru dalam organisasi profesi.

“Mudah-mudahan konferensi kerja ini menjadi motivasi dan semangat baru bagi guru-guru yang belum bergabung dengan PGRI. Ini merupakan tanggung jawab moral kita bersama agar organisasi ini semakin memberikan manfaat bagi seluruh guru,” katanya.

Cecep juga menyoroti sejumlah persoalan pendidikan yang masih menjadi perhatian bersama, di antaranya kebutuhan guru yang belum terpenuhi, keterbatasan kemampuan fiskal daerah dalam pengangkatan tenaga pendidik, hingga nasib guru honorer yang masih menunggu kepastian status kepegawaian.

“Sampai hari ini masih banyak guru yang mengabdi dengan status honorer biasa. Mereka tetap menjalankan tugas pendidikan dengan penuh dedikasi. Hal ini harus menjadi perhatian bersama ke depan,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua PGRI Jawa Barat, H. Akhmad Juanda, menyampaikan bahwa tema yang diangkat dalam konferensi kerja tersebut sejalan dengan perjuangan panjang PGRI dalam meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru.

Dengan mengusung tagline “Guru Bersatu, Pendidikan Maju”, PGRI terus mendorong berbagai program peningkatan kapasitas guru agar mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas demi terwujudnya Indonesia Maju.

“PGRI merupakan satu-satunya wadah perjuangan guru dan dosen untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperjuangkan kesejahteraan dan perlindungan profesi,” ungkapnya.

Akhmad Juanda juga mengapresiasi PGRI Kota Tasikmalaya yang dinilai memiliki tata kelola administrasi organisasi yang tertib dan baik. Menurutnya, PGRI Jawa Barat akan terus memperjuangkan kepastian status guru PPPK paruh waktu, memberikan pendampingan hukum bagi guru yang menghadapi persoalan hukum, serta memperjuangkan pola karier guru agar memiliki kesempatan menjadi kepala sekolah, pengawas, maupun menduduki jabatan struktural lainnya.

Selain itu, ia menilai perjuangan PGRI selama ini telah berkontribusi dalam mendorong kesetaraan status, kesejahteraan, perlindungan hukum, pengembangan kelompok kerja guru, hingga lahirnya berbagai regulasi yang berpihak kepada profesi guru.

Plh Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Hanafi, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menjalankan kebijakan pendidikan sesuai regulasi pemerintah pusat, termasuk terkait periodisasi kepala sekolah yang pada dasarnya merupakan tugas tambahan bagi guru.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Dr. H. Rojab Risman Taufik, menyambut baik terselenggaranya Konferensi Kerja I PGRI Kota Tasikmalaya sebagai forum strategis dalam memperkuat organisasi profesi guru.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini sebagai forum strategis dalam memperkuat peran organisasi profesi guru. Pemerintah Kota Tasikmalaya juga terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru meskipun kondisi fiskal daerah saat ini masih menghadapi berbagai tantangan,” pungkasnya. (Asep M/Pakesit)**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *