Tasikmalaya – Gemamitra.com | SDN 3 Karangsambung memanfaatkan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai momentum untuk memperkenalkan berbagai program unggulan yang menjadi identitas sekolah, Senin 13 Juli 2026.
Program-program tersebut dirancang untuk mendukung target meraih predikat Sekolah Adiwiyata Kota Tahun 2026 sekaligus membentuk karakter peserta didik yang peduli lingkungan, disiplin, dan berbudaya positif.
Sejak hari pertama MPLS, peserta didik baru dikenalkan dengan visi, misi, budaya sekolah, tata tertib, hingga berbagai program yang menjadi ciri khas SDN 3 Karangsambung. Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga, memiliki, dan cinta terhadap sekolah sejak awal mereka menempuh pendidikan.
Kepala SDN 3 Karangsambung, H. Aldy Juliansyah, S.Pd., mengatakan bahwa program unggulan yang dimiliki sekolah bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari pembentukan karakter peserta didik melalui pembiasaan positif.
“Kami ingin peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan, disiplin, tanggung jawab, dan semangat gotong royong. Karena itu, seluruh program sekolah dirancang agar menjadi budaya yang dilakukan setiap hari,” ujarnya.
Salah satu program unggulan tersebut adalah SASISATA (Satu Siswa Satu Tanaman). Melalui program ini setiap peserta didik menanam dan merawat satu tanaman sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan sekolah.
Selain itu, sekolah juga memiliki program JUMSIH (Jumat Bersih dan Sehat) yang dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan seluruh warga sekolah untuk menjaga kebersihan kelas, halaman, dan lingkungan sekitar.
Budaya peduli lingkungan diperkuat melalui Bank Sampah Sekolah, yang membiasakan peserta didik memilah sampah organik dan anorganik serta mengelolanya secara bernilai. Sementara itu, Kebun Edukasi Karangsambung dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dengan menanam berbagai jenis sayuran, tanaman obat keluarga, dan tanaman hias.
Tidak hanya berorientasi pada lingkungan, SDN 3 Karangsambung juga mengembangkan kemampuan peserta didik melalui English Club sebagai wadah meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris sejak usia dini.
Menurut H. Aldy Juliansyah, seluruh program tersebut selaras dengan upaya sekolah mewujudkan lingkungan belajar yang nyaman sekaligus mendukung pembentukan Profil Pelajar Pancasila.
“Melalui MPLS, kami ingin peserta didik baru mengenal budaya sekolah, memahami pentingnya menjaga lingkungan, serta siap menjadi generasi yang berkarakter, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab. Harapan kami, mereka tumbuh menjadi anak-anak yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan MPLS, peserta didik juga diperkenalkan pada Program Sekolah Hijau dan Adiwiyata, seperti SASISATA, Bank Sampah Sekolah, JUMSIH, serta pembiasaan mengurangi penggunaan sampah plastik.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah menanamkan nilai-nilai Pelajar Pancasila yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, mandiri, gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif.
Saat ini SDN 3 Karangsambung memiliki 157 peserta didik, terdiri atas 32 siswa kelas I, 19 siswa kelas II, 32 siswa kelas III, 25 siswa kelas IV, 28 siswa kelas V, dan 21 siswa kelas VI. Proses pembelajaran didukung oleh 9 tenaga pendidik dan kependidikan, yakni 2 guru ASN, 2 guru PPPK, 3 guru honorer, serta 2 tenaga kependidikan.
Melalui semangat kebersamaan seluruh warga sekolah, SDN 3 Karangsambung optimistis mampu mewujudkan sekolah yang bersih, hijau, sehat, dan berkarakter serta meraih predikat Sekolah Adiwiyata Kota Tahun 2026. (Pakesit)**


















