Tasikmalaya – Gemamitra.com | Pemerintah Kota Tasikmalaya terus mendorong penguatan ekonomi berbasis kewilayahan melalui kegiatan pelatihan keterampilan kerja teknik produk olahan yang digelar pada Selasa, 5 – 7 Mei 2026, bertempat di Aula Workshop Kecamatan Cibeureum.
Kegiatan ini merupakan bagian dari koordinasi, sinkronisasi, dan pelaksanaan pemberdayaan industri dengan kebijakan ekonomi lokal.
Pelatihan yang diikuti sebanyak 25 peserta ini melibatkan perwakilan dari berbagai kecamatan dan kelurahan di Kota Tasikmalaya. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan, H. Sofian Zaenal Mutaqien, S.STP., M.Si., didampingi Kabid Perindustrian H. Ramdan, serta instruktur pelatihan Hj. Desi.
Kegiatan ini didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan kapasitas pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindag, H. Sofian Zaenal Mutaqien, menyampaikan bahwa pelatihan ini difokuskan pada pengolahan makanan karena dinilai memiliki kemudahan dalam perizinan serta peluang pasar yang besar.
“Hari ini kita latihan makanan olahan, karena ini salah satu jenis usaha yang izinnya relatif mudah. Saya punya inisiatif agar sektor olahan ini menjadi prospek bisnis ke depan yang menggiurkan bagi para pelaku UMKM,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program prioritas Pemerintah Kota Tasikmalaya, yakni PELAK (Pertumbuhan Ekonomi Lokal dan Kewilayahan).
“Program ini mendorong kita menggali potensi lokal di tiap kecamatan dan kelurahan. Tidak hanya dari sisi pengolahan, tetapi juga bahan baku dan manajemen pemasaran, termasuk digital marketing. Semua ini menjadi satu rangkaian yang berkesinambungan untuk melahirkan UMKM yang naik kelas,” tambahnya.
Sebagai contoh, Sofian menyebutkan potensi wilayah seperti Bungursari yang memiliki sumber daya ikan yang dapat dikembangkan menjadi produk olahan, maupun komoditas pisang yang dapat diolah menjadi keripik atau sale bernilai ekonomi tinggi.
Program PELAK sendiri merupakan salah satu dari tujuh program prioritas Kota Tasikmalaya periode 2025–2029 yang berfokus pada pemerataan ekonomi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Melalui pendekatan ini, pemerintah berupaya memberdayakan potensi lokal, mulai dari sektor UMKM, pertanian, hingga ekonomi kreatif, guna memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu mengembangkan keterampilan produksi, memahami strategi pemasaran, serta meningkatkan daya saing usaha sehingga mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (Asep M)**


















