Bandung – Gemamitra.com | Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat (Bakesbangpol Jabar) kembali menggelar Sosialisasi Pemberantasan Radikalisme di Kalangan Generasi Muda sebagai upaya memperkuat karakter kebangsaan. Kegiatan bertajuk “Ngajaga Lembur, Ngarawat NKRI” ini berlangsung di Wisma Bungsuna Dewi, Kota Bandung, Kamis (12/2/2026).
Seminar ini menjadi titik kedua dalam rangkaian sosialisasi yang menyasar generasi muda di tingkat lokal. Ratusan pemuda dari wilayah Buahbatu, Ciwastra, dan sekitarnya hadir dengan antusias, menunjukkan komitmen bersama menjaga kondusivitas lingkungan dari pengaruh paham radikal.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Bakesbangpol Jabar, Wahyu Mijaya. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran strategis generasi muda sebagai garda terdepan menjaga kedaulatan bangsa, khususnya di tengah derasnya arus informasi digital.
“Gen Z bukanlah generasi yang rusak, melainkan generasi yang sedang beradaptasi dengan lingkungan digital yang sangat agresif. Melawan narasi ekstrem bukan hanya tugas aparat, tetapi menjadi tanggung jawab kolektif melalui penguatan pendidikan dan empati sosial,” tegasnya.
Turut hadir sebagai narasumber, Anggota DPRD Kota Bandung, Nunung Nurasiah. Ia menyoroti pentingnya ketahanan keluarga dan lingkungan sebagai benteng awal pencegahan radikalisme. Menurutnya, literasi kritis dan dialog terbuka di lingkungan terkecil menjadi fondasi utama membangun daya tahan moral generasi muda.
Dalam sesi materi, peserta dibekali pemahaman mengenai penguatan imunitas ideologi dengan menempatkan Pancasila sebagai filter utama terhadap narasi ekstrem. Selain itu, dibahas pula kerentanan psikososial generasi muda yang kerap menjadi celah infiltrasi paham radikal, terutama melalui ruang hobi dan grup privat di media sosial.
Sebagai tindak lanjut, para peserta didorong menjadi agen perdamaian di lingkungannya masing-masing. Konsep Ngajaga Lembur diharapkan tidak sekadar slogan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata dalam membangun toleransi, menjaga persatuan, dan merawat nilai kebangsaan.
Acara ditutup dengan diskusi interaktif serta deklarasi komitmen bersama untuk setia pada konsensus kebangsaan dan menjaga keutuhan NKRI dari segala bentuk ancaman ideologi ekstrem.**


















