Jelang 100 Hari Kerja, DPRD Soroti Minimnya Dampak “Harapan Baru Tasik Maju”

KOTA TASIKMALAYA – GM | Memasuki paruh perjalanan menuju 100 hari kerja pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan dan Diky Candra, banyak pihak mulai menaruh harapan pada realisasi visi “Harapan Baru Tasik Maju”. Namun sejauh ini, denyut perubahan itu masih belum terasa nyata di tengah masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H Wahid, menyampaikan pandangannya bahwa pencapaian kepala daerah tidak bisa diukur sekadar dalam hitungan 100 hari kerja. Menurutnya, pembangunan kota lebih ditentukan oleh kolaborasi yang solid antara pihak eksekutif dan legislatif.

Bacaan Lainnya

“Kalau hanya fokus ke angka 100 hari, bisa-bisa kita hanya terpaku pada pencitraan. Padahal yang penting adalah kesinambungan dan sinergi dalam menjalankan pemerintahan,” ujarnya usai menghadiri acara Halalbihalal BKC di Saung Gunung Jati, Sabtu (12/4/2025).

Wahid menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dan dua arah antara kepala daerah, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan DPRD. Ia meyakini bahwa komunikasi yang baik bukan hanya mempercepat penyelesaian masalah, tetapi juga bisa menghadirkan solusi-solusi yang lebih tepat guna.

“Banyak persoalan bisa ditangani tanpa harus menunggu program besar atau anggaran jumbo. Misalnya soal banjir, itu bisa diminimalkan dengan kerja bakti dan pembersihan saluran air. Tapi syaratnya, harus ada instruksi dan komunikasi yang jelas dari pimpinan daerah,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar pola komunikasi yang dibangun tidak hanya berorientasi pada seremoni atau kegiatan formal belaka. Menurut Wahid, gaya kepemimpinan yang terbuka dan membumi justru lebih efektif dalam membangun hubungan dengan birokrasi dan masyarakat.

“Jangan cuma hadir memberi sambutan. Lebih baik duduk bareng, diskusi sambil ngopi. Itu lebih terasa manfaatnya. Dari situ bisa muncul ide dan solusi yang konkret,” tuturnya.

Wahid berharap, duet Viman-Diky dapat menumbuhkan budaya pemerintahan yang lebih partisipatif dan responsif. Dengan komunikasi yang baik dan terarah, ia optimistis berbagai tantangan di Kota Tasikmalaya bisa ditangani dengan lebih cepat dan efisien.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *