Tasikmalaya — Gemamitra.com | Pergantian tugas dalam birokrasi merupakan keniscayaan yang tak terpisahkan dari dinamika pengabdian aparatur negara. Di balik setiap estafet jabatan, tersimpan mozaik pengabdian yang menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan, khususnya di sektor pendidikan.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, H. Cecep Susilawan, S.Pd., MM, menyampaikan bahwa dirinya akan memasuki masa purna bakti pada Desember 2025. Hal tersebut diungkapkannya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin, 22 Desember 2025.
Dengan raut wajah tenang dan senyum khasnya, Ketua PGRI Kota Tasikmalaya yang akrab disapa Akang Aing ini menegaskan bahwa purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan bagian dari siklus alami dalam sebuah organisasi.
“Purna bakti adalah sebuah keniscayaan, sunatullah yang pasti terjadi. Yang terpenting adalah bagaimana pergantian ini dijadikan mozaik terindah dan berkesinambungan dalam pengelolaan pendidikan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan kemitraan antara ASN di lingkungan Dinas Pendidikan dengan organisasi profesi guru, khususnya PGRI, sebagai mitra strategis yang harus terus dirawat dan dikolaborasikan secara harmonis.
Menurutnya, ketika berbicara tentang sumber daya manusia di dunia pendidikan, maka guru beserta organisasi profesinya memegang peranan yang sangat vital. Di Kota Tasikmalaya, PGRI menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan kesinambungan pendidikan.
Lebih lanjut, H. Cecep memaparkan empat komponen penting yang harus menjadi tanggung jawab bersama oleh siapa pun yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan ke depan, yakni:
1. Mengawal dan melaksanakan pesan kurikulum secara konsisten dan berkesinambungan;
2. Penguatan sumber daya manusia, meliputi kepala sekolah dan guru, peserta didik, serta aparatur terbaik di lingkungan Dinas Pendidikan;
3. Satuan pendidikan sebagai ujung tombak penyelenggaraan proses pembelajaran yang bermutu;
4. Daya dukung pendidikan yang dimotori oleh komite sekolah melalui jejaring ekosistem pendidikan untuk terus berkontribusi dalam peningkatan mutu.
“Indah ketika satuan pendidikan mampu mengantarkan proses pembelajaran dengan baik, didukung oleh SDM yang berkualitas serta ekosistem pendidikan yang saling menguatkan,” tambahnya.
Ia menyimpulkan, apabila keempat komponen tersebut dapat berjalan secara optimal, maka estafet pergantian personel dalam dunia pendidikan akan menjadi proses yang natural, indah, dan produktif.
“Ketika empat poin ini terlaksana dengan baik, insya Allah pergantian orang akan menjadi mozaik indah dalam pengelolaan pendidikan,” pungkasnya. (Asep M)***

















