Kades Alfie Akhmad Lepasliarkan Burung Langka Hasil Tangkapan Pemburu Liar di Desa Mandakamekar

Tasikmalaya – GM | Aksi cepat Satuan Tugas (Satgas) Pokdarwis penjaga sungai dan hutan Desa Mandalamekar berhasil menggagalkan perburuan liar yang mengancam kelestarian satwa langka di daerah tersebut.

Senin 3 Maret 2025, Sekitar pukul 10.45 WIB, Satgas berhasil mengamankan dua pemburu liar yang kedapatan menangkap puluhan burung langka secara ilegal di sekitar Pasirbadak, Ci Tiwu, Dusun Cinunjang, Desa Mandalamekar, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya.

Bacaan Lainnya

Dodo, salah satu anggota Satgas, segera menggiring kedua pemburu beserta burung hasil tangkapannya ke kantor desa untuk diproses lebih lanjut. Setibanya di sana, mereka diterima oleh perangkat desa dan langsung menjalani pemeriksaan serta pendataan.

Tindakan Tegas untuk Melindungi Ekosistem

Kepala Desa Mandalamekar, Alfie Akhmad Sa’dan Hariri, SE, SH, MH, NLP, menegaskan bahwa tindakan perburuan liar tidak akan ditoleransi di wilayahnya. Sebagai bentuk sanksi sosial dan edukasi, kedua pemburu tersebut diwajibkan menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Pemburu liar mendapat sanksi sosial dan edukasi, diwajibkan menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya, Senin 3 Maret 2025.
Pemburu liar mendapat sanksi sosial dan edukasi, diwajibkan menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya, Senin 3 Maret 2025.

“Kami sangat peduli terhadap kelestarian alam, karena burung-burung ini memiliki peran penting dalam ekosistem, termasuk sebagai pemangsa hama tanaman petani dan penyeimbang kehidupan di alam. Oleh karena itu, kami telah menetapkan Peraturan Desa (Perdes) tentang larangan penangkapan dan penjualan satwa langka di wilayah Kabuyutan Mandalamekar. Aturan ini merupakan turunan dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,” ujar Alfie Akhmad.

Kepala Desa juga mengimbau masyarakat luar untuk menghormati peraturan ini dan memahami bahwa konservasi alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga bagian dari budaya dan kearifan lokal masyarakat Mandalamekar.

Pelepasan Kembali Burung ke Habitat Asli

Sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem, setelah pengarahan, Kepala Desa bersama Satgas Pokdarwis dan kedua pemburu melakukan pelepasan kembali burung-burung tersebut ke habitat aslinya. Dengan penuh kesadaran, kedua pemburu turut serta dalam pelepasan sebagai bentuk penyesalan dan komitmen untuk tidak mengulangi kesalahan mereka.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa juga memberikan penghargaan kepada Dodo, anggota Satgas yang telah menunjukkan kesiagaan dan keberanian dalam mengamankan pelaku perburuan liar.

Satgas Pokdarwis Mandalamekar Tangkap Pemburu Liar dan Selamatkan Puluhan Burung Langka, Senin 3 Maret 2025.
Satgas Pokdarwis Mandalamekar Tangkap Pemburu Liar dan Selamatkan Puluhan Burung Langka, Senin 3 Maret 2025.

“Semoga ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk tetap menjaga kelestarian alam, kapan pun dan di mana pun,” pungkas Alfie Akhmad.

Mandalamekar: Surga Keanekaragaman Hayati

Desa Mandalamekar dikenal sebagai kawasan yang kaya akan keindahan alam dan keanekaragaman hayati. Dari pegunungan yang mengagumkan hingga air terjun tersembunyi yang menawan, desa ini menjadi rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna langka.

Air Terjun Tersembunyi di tengah hutan menambah daya tarik desa ini, memberikan suasana yang tenang dan alami bagi wisatawan. Suara gemericik air dan udara yang sejuk membuatnya menjadi tempat ideal untuk bersantai dan menikmati keindahan alam.

Curug Sawer, salah satu air terjun megah dengan ketinggian mencapai 200 meter, menjadi pusat perhatian bagi masyarakat di Desa Mandalamekar.
Curug Sawer, salah satu air terjun megah dengan ketinggian mencapai 200 meter, menjadi pusat perhatian bagi masyarakat di Desa Mandalamekar.

Upaya konservasi yang dilakukan oleh Satgas Pokdarwis dan masyarakat Mandalamekar menjadi bukti nyata bahwa kelestarian alam dapat dijaga melalui kepedulian bersama. Dengan adanya tindakan tegas terhadap perburuan liar, diharapkan ekosistem tetap terjaga dan keindahan alam Mandalamekar dapat dinikmati oleh generasi mendatang.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *