Pangandaran – GM | Penurunan drastis jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pangandaran menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran. Ketua DPRD Pangandaran, Asep Nurdin, meminta pemerintah daerah meningkatkan pelayanan terhadap wisatawan agar sektor pariwisata kembali bergairah.
“Pelayanan ini sangat penting. Kita harus membuat wisatawan betah berada di tempat wisata, bukan malah kapok untuk datang kembali,” ujar Asep di Gedung DPRD Kabupaten Pangandaran, Jumat pekan kemarin.
Ia menilai, menurunnya kunjungan wisatawan ini merupakan evaluasi besar bagi semua pihak, khususnya pemerintah daerah. “Kita harus mencari konsep baru yang menarik untuk ditawarkan kepada wisatawan,” lanjutnya.
Penurunan Kunjungan Wisata: Fakta dan Keprihatinan
Berdasarkan data yang disampaikan Bank Indonesia (BI), jumlah kunjungan wisatawan ke Pangandaran hanya mencapai 1,4 juta orang, atau sekitar 30-40 persen dari target. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, mengingat pariwisata seharusnya menjadi sektor yang terus bertumbuh.
“Ketika pariwisata dianggap semakin maju, idealnya jumlah kunjungan meningkat, bukan malah menurun. Saya cukup kaget melihat data ini,” ungkap Asep.
Penurunan ini menjadi perhatian serius DPRD Pangandaran, yang meminta pihak terkait seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Dinas Pendapatan untuk segera melakukan langkah-langkah perbaikan.
“Termasuk pengelolaan parkir juga harus dievaluasi, karena ini salah satu aspek penting dalam pelayanan wisata,” tambah Asep.
Faktor Penyebab dan Solusi
Menurut Asep, penurunan kunjungan wisatawan disebabkan oleh berbagai faktor yang harus segera diidentifikasi dan diatasi. Salah satunya adalah keluhan wisatawan terkait kebersihan, khususnya masalah sampah plastik di kawasan wisata pantai Pangandaran.
“Kondisi sampah plastik di kawasan wisata menjadi perhatian khusus. Ini harus segera dibenahi agar tidak mencoreng citra pariwisata kita,” tegasnya.
Selain itu, DPRD juga menyoroti perlunya inovasi dalam penyediaan layanan wisata yang lebih baik, seperti pengelolaan fasilitas umum, peningkatan atraksi wisata, dan pengembangan konsep wisata yang lebih ramah lingkungan.
Asep berharap pemerintah daerah dapat merespons situasi ini dengan serius dan segera mengambil langkah konkret. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha wisata menjadi kunci dalam meningkatkan daya tarik wisata Pangandaran.
“Kita harus bersama-sama membangun pariwisata Pangandaran. Jika pelayanan dan fasilitasnya baik, wisatawan pasti akan kembali, bahkan merekomendasikan Pangandaran sebagai destinasi utama,” pungkasnya.
Melalui peningkatan pelayanan dan pengelolaan yang lebih baik, DPRD optimis jumlah kunjungan wisatawan ke Pangandaran dapat kembali meningkat, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.***


















