Oleh: Hj. Siti Khoerunnisa, S.Pd., M.Pd (Kepala SDN Saripin Kota Tasikmalaya)
Gemamitra.com | Lingkungan digambarkan sebagai segala hal yang ada di sekitar kita, termasuk udara, tanah, air, tumbuhan, hewan, manusia, serta interaksi antara semua komponen tersebut. Ini mencakup segala sesuatu yang memengaruhi kehidupan dan keseimbangan ekosistem di Bumi. Lingkungan sangat penting bagi kita karena memberikan sumber daya alam yang mendukung kehidupan, seperti udara bersih, air bersih, makanan, tempat tinggal, dan masih banyak lagi. Merawat lingkungan berarti menjaga keseimbangan alam agar dapat terus memberikan manfaat bagi kehidupan manusia dan makhluk lainnya. Kehidupan manusia sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Demikian juga sebaliknya, lingkungan dapat dipengaruhi oleh aktivitas dan perilaku manusia. Kehidupan yang saling ketergantungan antara manusia dan lingkungannya, menempatkan manusia sebagai subjek utama yang mengambil manfaat dari sumber daya alam untuk menunjang kelangsungan hidupnya. Posisi manusia sebagai subjek dalam pemanfaatan sumber daya alam, terkadang membuat manusia lupa diri karena didorong adanya keinginan untuk memenuhi kebutuhannya (Kementerian Lingkungan Hidup, 2013)
Permasalahan lingkungan pada saat ini menjadi pusat perhatian setiap orang. Lingkungan sekolah terutama harus benar-benar terjaga kebersihan, keindahannya agar kegiatan proses belajar mengajar anak menjadi lebih aman dan nyaman, pendidikan dan pembelajaran terhadap lingkungan sangat penting untuk diberikan kepada siswa, agar lingkungan hidup di sekitar tetap terjaga ,memang benar permasalahan lingkungan akan dapat diatasi dan dicegah untuk masa yang akan datang dan akan menjadi pembelajaran. Sikap peduli lingkungan yang ditanamkan sejak dini akan menjadi karakter anak hingga usia dewasa. Sehingga anak akan lebih peka dengan keadaan lingkungan sekitarnya termasuk lingkungan alam tempat tinggalnya.
Terutama dengan masalah sampah di lingkungan sekolah sampah memang dipandang sebagai barang yang tidak ada arti dan berharga, sehingga tak jarang diperlakukan dengan seutuhnya oleh sebagian besar manusia. perlakuan ini yang membuat sebagian besar manusia terdorong untuk membuang sampah seenaknya tanpa memperdulikan dampak yang akan terjadi.
Lingkungan sekolah juga sering tidak terjaga, tanaman yang tidak terawat lingkungan jadi gersang, walau ada beberapa tanaman di teras sekolah tidak pernah terjaga karena sikap kurang tanggung jawab karakter yang kurang peduli terhadap lingkungan dirasakan kurang nyamannya lingkungan sekolah yang digambarkan di atas merupakan penyebab kerusakan lingkungan, jika dibiarkan seiring waktu terus berlanjut bila tidak didasari dengan kesadaran yang baik ,bila dibiarkan begitu saja maka kualitas akan terus menurun bahkan semakin rusak dan memburuk. Berada di lingkungan sekolah seperti yang digambarkan tadi untuk tentunya akan sangat terganggu untuk menjalankan aktifitas. Kesadaran peduli lingkungan yang rendah akan berakibat pada kerusakan lingkungan
Guru sebagai suri tauladan bagi peserta didiknya di lingkungan sekolah tentunya akan memberi kesan dan dampak pada Pendidikan karakter peduli lingkungan di sekolahnya, karena permasalahan yang dihadapi di sekolah terutama peserta didik di lingkungan sekolah, kedisiplinanlah yang merupakan perkara paling penting dalam membentuk karakter peduli lingkungan. Jika lingkungan sekolahnya bersih, aman maka proses kegiatan belajar di sekolah akan aman, nyaman dan menyenangkan. Permasalahan pada lingkungan yang saat ini sedang dialami menjadi pusat perhatian dunia karena banyaknya permasalahan yang ditimbulkan terutama yang terkait dengan sampah.
Pembelajaran yang berorientasi terhadap perilaku peduli lingkungan adalah jenis pembelajaran yang tidak hanya fokus pada pengetahuan tentang lingkungan, tetapi juga bertujuan untuk mengubah perilaku siswa agar lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan yang menyatakan bahwa ecoliteracy dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap perilaku peduli lingkungan. Pendidikan karakter sangatlah penting untuk diterapkan atau diajarkan kepada siswa terutama di jenjang sekolah dasar, karena usia sekolah dasar itu merupakan masa yang sangat penting di mana anak bisa dengan mudah memahami, mengikuti apa yang dilihat dan diajarkan oleh orang lain atau guru di sekolah.
Untuk satuan pendidikan Sekolah Dasar pada saat ini yang menjadi acuan kurikulum yaitu Kurikulum Merdeka di mana Karakter harus benar -benar tertanam di jiwa siswa yang tertuang dalam 8 dimensi profil lulusan yaitu Keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
Dimensi keimanan dan ketakwaan mencakup keyakinan yang terwujud dalam perilaku mulia yang meliputi hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, diri sendiri, alam, dan negara. Jadi menjaga lingkungan merupakan pembelajaran Mendalam yang mencakup dimensi Keimanan dan ketaqwaan juga menjaga Kesehatan.
Sejalan dengan benefits itu Steg & Vlek (2009) Science for Environmental al policy “Behaviors that can prevent damage to the surrounding environment and can benefit the environment are behaviors and attitudes that care for the environment or pro-environmental attitudes.” Sikap seseorang yang peduli terhadap lingkungan sekitar akan menjadi lingkungan yang nyaman dan tetap terjaga.
Beberapa prinsip pendidikan karakter diantaranya:
- Mempromosikan nilai-nilai inti (Promotes core values). Komunitas sekolah perlu memupuk nilai nilai etika inti dan kinerja sebagai fondasi dari karakter baik. Contoh dari nilai nilai inti etika adalah kepedulian, kejujuran, keadilan, tanggung jawab dan menghargai diri sendiri.
- Mendefinisikan “karakter” dengan menyertakan pemikiran, perasaan dan perbuatan. (Defines “character” to include thinking, feeling and doing). Sekolah perlu mendefinisikan karakter secara komprehensif dan keseluruhan untuk mengembangkan watak secara kognitif, emosional dan perilaku yang diperlukan untuk melakukan hal yang benar dan melakukan pekerjaan dengan yang terbaik.
- Menggunakan pendekatan yang komprehensif (Uses a comprehensive approach). Sekolah berkomitmen terhadap pengembangan karakter pada diri mereka melalui lensa karakter untuk mengkaji atau menilai bagaimana segala sesuatu pada hakekatnya yang berjalan di sekolah mempengaruhi karakter peserta didik, termasuk kurikulum formal akademik dan kegiatan kegiatan ekstrakurikuler atau kurikulum yang tidak formal (informal/hidden curriculum).
- Menciptakan komunitas yang peduli (Creates a caring community). Sekolah melibatkan semua unsur untuk saling peduli dan bertanggung satu sama lain, baik antara staf dan anak didik, antar anak didik, antar staf, antara staf dan keluarga yang kesemua ini akan memupuk keinginan untuk belajar dan menjadi individu yang baik pula.
- Menyediakan peserta didik kesempatan untuk melakukan tindakan moral (Provides students with opportunities for moral action). Untuk mengembangkan aspek kognitif, emosi dan perilaku pada karakter mereka.
- Menawarkan kurikulum akademik yang bermakna dan menantang (Offers a meaningful and challenging academic curriculum). Karena anak didik yang bersekolah mempunyai ketrampilan, minat, latar belakang dan kebutuhan pembelajaran yang berbeda, menghargai dan peduli pada anak didik sebagai seorang individu.
- Memupuk/mengembangkan motivasi diri siswa (Fosters students’self motivation). Karakter artinya melakukan hal yang benar dan melakukan pekerjaan sebaik baiknya bahkan bila tidak seorang pun melihatnya. Anak didik harus mempunyai keinginan dalam diri sendiri untuk menjadi orang baik tanpa ada rasa takut akan hukuman atau karena keinginan untuk mendapatkan hadiah.
Manusia memiliki peran di bumi untuk menciptakan kebaikan dan kemaslahatan bukan kerusakan. ***


















