Tasikmalaya – Gemamitra.com | Ketua PGRI Cabang Cihideung, Utep Tutang Sutama, melontarkan tantangan penting kepada lima kandidat bakal calon Ketua PGRI Kota Tasikmalaya periode 2025–2030. Hal ini disampaikannya dalam forum penyampaian visi dan misi yang berlangsung di SMAN 4 Tasikmalaya, Jumat 30 April 2025.
Menurut Utep, para calon tidak hanya perlu menawarkan gagasan besar, namun juga harus memberikan komitmen nyata, salah satunya dengan menjamin keberadaan gedung sekretariat di setiap cabang.
“Selama ini perhatian terhadap keberadaan gedung sekretariat masih kurang. Padahal, cabang adalah tulang punggung organisasi,” tegasnya kepada wartawan.
Ia mengungkapkan, beberapa cabang memang sudah memiliki gedung sendiri, namun tidak sedikit pula yang belum memiliki fasilitas tersebut, termasuk Cihideung yang gedungnya sudah tidak layak pakai.
“Ketika kami butuh tempat rapat mendadak, kami terpaksa menumpang ke sekolah. Tapi kalau terlalu sering, ini bisa mengganggu kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.
Selain persoalan fisik bangunan, Utep juga menyinggung persoalan legalitas lahan. Menurutnya, sejumlah gedung PGRI berdiri di atas tanah milik pemerintah dengan status yang belum jelas.
“Kami khawatir memperbaiki gedung yang berdiri di lahan seperti itu, takutnya nanti malah diambil alih. Kalau memang milik pemerintah, hak guna pakainya harus diperjelas,” kata Utep.
Ia pun menyoroti kendala biaya untuk membeli lahan baru, terutama di kawasan perkotaan yang harga tanahnya relatif tinggi dibandingkan daerah pinggiran.
Dengan berbagai kendala tersebut, Utep berharap siapa pun yang terpilih menjadi ketua PGRI Kota Tasikmalaya mendatang mampu memberikan perhatian lebih kepada keberlangsungan dan kinerja cabang-cabang, utamanya dari segi fasilitas dasar.***


















