Sorotan Publik Menguat, Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Hadapi Ujian Integritas

Akademisi sekaligus pemerhati pendidikan, Dr. Asep M. Tamam.
Akademisi sekaligus pemerhati pendidikan, Dr. Asep M. Tamam.

Kota Tasikmalaya – Gemamitra.com | Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya dinilai tengah berada dalam ujian integritas seiring mencuatnya berbagai persoalan yang belakangan ramai menjadi sorotan publik. Mulai dari dugaan kasus asusila yang melibatkan oknum kepala sekolah, kriminalisasi terhadap wartawan, hingga sejumlah persoalan internal di tubuh dinas pendidikan, dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Akademisi sekaligus pemerhati pendidikan, Dr. Asep M. Tamam, menilai rangkaian kasus tersebut mencerminkan adanya persoalan serius dalam tata kelola serta lemahnya sistem pengawasan di lingkungan pendidikan, baik di tingkat sekolah dasar maupun menengah.

Bacaan Lainnya

“Berbagai kasus yang muncul akhir-akhir ini menunjukkan bahwa integritas dan sistem pengawasan di Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya sedang diuji. Ini bukan persoalan sepele, karena menyangkut dunia pendidikan dan masa depan generasi,” ujar Dr. Asep kepada Gemamitra.com, Selasa (30/12/2025).

Menurutnya, persoalan-persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada citra institusi, tetapi juga berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan. Padahal, sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman, bermartabat, dan memberikan rasa nyaman, baik bagi peserta didik, tenaga pendidik, maupun masyarakat.

Dr. Asep menegaskan, kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya sudah saatnya melakukan pembenahan secara menyeluruh. Upaya tersebut, kata dia, tidak cukup hanya menyelesaikan persoalan di permukaan, melainkan harus menyentuh akar permasalahan secara sistemik.

Ia juga menyoroti peran Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Dr. H. Rojab Riswan Taufik, S.Sos., M.Si., yang baru menjabat dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, kepemimpinan baru harus mampu menunjukkan langkah-langkah tegas, terukur, dan berorientasi pada perbaikan jangka panjang.

“Kepala dinas yang baru harus segera bertindak tegas. Pembinaan internal perlu diperkuat, terutama terhadap bidang-bidang yang menjadi kepanjangan tangan kepala dinas, agar mampu menyelesaikan persoalan di level bawah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dr. Asep menilai tanpa pembinaan dan pengawasan yang kuat, berbagai persoalan serupa berpotensi kembali terulang di kemudian hari. Oleh karena itu, reformasi internal, penegakan disiplin, serta komitmen terhadap nilai-nilai integritas harus menjadi prioritas utama di tubuh Dinas Pendidikan.

“Jika ingin mewujudkan pendidikan yang lebih baik dan bermartabat, maka keberanian untuk berbenah dari dalam adalah kunci,” pungkasnya. (Pakesit)**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *