Ulen Jenong: Ngamumule Makanan Khas Daerah

Alt

Gemamitra.com
Enung Nuryani, S.Pd. yang akrab disapa jenong ini adalah seorang ibu muda yang berparas cantik jelita, menarik, supel, humoris dan pekerja keras. Profesi sehari-hari, aktif sebagai seorang pengajar salah satu SDN di Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya.

Siapa sangka ibu muda yang berprofesi sebagai pengajar ini, punya kesibukan selain dari mengajar. Jiwa entrepreneurship (kewirausahaan) telah mengantarkannya untuk menggeluti bisnis dibidang kuliner (hasil olahan berupa masakan) yang memproduksi salah satu jenis kudapan tradisional khas tanah pasundan yaitu Ulen, Ulen Jenong namanya.

Alt

“Awal mula lahirnya ide Ulen Jenong, tanpa disengaja ada yang memberikan beras ketan 2 kg. Kebingungan mau di buat apa, terus ingat akan kesenangannya terhadap ulen, akhirnya beras ketan tersebut dibuatlah ulen. sekalian iseng-iseng memanfaatkan sosial media yang sedang ramai dikalangan masyarakat. Alhasil ternyata banyak yang minta, kalau dikasih secara gratis kebayang dong gue tekor.” Ya, sudah gue jual aja. Tutur Enung kepada Gema Mitra.

Tambahnya lagi, “tentu saja meskipun iseng tapi tetap punya arah dan tujuan. Dimana tujuan berjualan selain dari mendapatkan pundi-pundi uang, yang paling utama adalah ingin ngamumule makanan khas daerah.”

Enung Nuryani, S.Pd. Sang pendiri Ulen Jenong yang hampir genap 2 tahun berjualan telah menunjukan perkembangan begitu pesat. Terlihat dari banyaknya permintaan konsumen dari berbagai daerah.

Alt

Selain itu, Ulen Jenong tidak berhenti hanya berbisnis ulen saja. Namun, Bolu Ketan, Bolu Pandan, Bolu Putu Ayu telah berhasil diproduksinya. Cara berjualan yang sudah mengikuti zaman dengan cara online dan adanya reseller (menjual kembali produk dari pihak supplier kepada konsumen) yang ada, telah mengantarkan berbagai produksinya menyebar keberbagai daerah yang ada di nusantara, semisal: Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Bandung, Sukabumi, Tangerang, Jakarta, Bogor, Karawang, Pangandaran, Ciamis, Banjar, dan Kalimantan. Cara pengirimannya pun sangat efektif dan efisien yaitu lewat go shop, gojek, gosen, dan go incig.

Alt

Harga yang dipatokpun sangat hemat dan memanjakan masyarakat. Mulai dari harga Ulen Jenong Rp 10.000/cup isi 15 potong, Bolu Ketan dan Putu Ayu Rp 35.000, dan Bolu Pandan Rp 30.000

Ulen Jenong, Kalau ada yang berminat mendapatkannya bisa langsung pesan ke no wa saya.

Ketika ditanya pesan dan harapan Enung dengan singkat namun lugas menjawab “kepada semua orang, tidak usah malu untuk berjualan apapun apalagi ulen, karena sesungguhnya ulen itu ngonaaaaaah alabatan malam panganten kering di luar namun empuk dan kenyal di dalam.” Adapun harapannya ke depan “adanya keinginan mempunyai toko sendiri tanpa harus ngontrak tempat.”
Semoga***

Ibud

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *