Warga Cimanglid Soroti Proyek KDMP, Khawatir Ganggu Aktivitas Belajar Siswa

Tasikmalaya – Gemamitra.com | Pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Cimanglid, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, kembali menjadi sorotan lantaran dinilai mengganggu fasilitas pendidikan. Proyek bernilai sekitar Rp1,1 miliar itu berdiri tepat di depan SDN 5 Cimanglid dan dianggap mengancam kenyamanan serta kelancaran proses belajar para siswa.

Bangunan KDMP yang kini mulai dikerjakan mengambil area lapangan sekolah yang selama ini menjadi satu-satunya tempat siswa berolahraga dan lokasi upacara bendera. Tak hanya itu, akses menuju sekolah menjadi terhalang akibat posisi bangunan yang terlalu dekat dengan gedung SD.

Kepala SDN 5 Cimanglid, Nanang S, mengungkapkan kekhawatiran bahwa berdirinya gedung koperasi akan menutup cahaya matahari ke ruang kelas karena jarak bangunan yang tersisa hanya sekitar 1,5 meter. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat ruang belajar menjadi gelap dan berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar. Nanang menegaskan pihak sekolah tidak menolak program koperasi, tetapi sejak awal telah mengingatkan agar lokasi pembangunan tidak ditempatkan di area yang mengorbankan fasilitas pendidikan.

Menurutnya, tim survei yang sempat datang telah mendapat rekomendasi dari pihak desa untuk memindahkan lokasi ke titik lain yang lebih aman dan tidak mengganggu aktivitas sekolah. Namun usulan itu tidak ditindaklanjuti.

Tokoh masyarakat setempat, H. Asep, turut menyoroti minimnya pertimbangan dalam penetapan lokasi pembangunan. Ia menilai kajian pembangunan KDMP tidak memperhatikan estetika dan kebutuhan sekolah. Ia juga mengingatkan bahwa tahun 2026 SDN 4 Cimanglid akan menerima bantuan pembangunan tujuh ruang kelas baru dan tempat ibadah sehingga kawasan pendidikan di Cimanglid akan semakin membutuhkan ruang yang memadai.

Di sisi lain, pihak desa disebut telah menyiapkan alternatif lokasi yang lebih strategis dan tidak jauh dari titik awal, namun tetap saja tidak menjadi pilihan. Masyarakat bersama pihak sekolah pun mendesak agar pembangunan KDMP dikaji ulang secara serius agar tidak menimbulkan dampak jangka panjang terhadap masa depan pendidikan anak-anak Cimanglid.

Mereka berharap keputusan pembangunan dapat mempertimbangkan kepentingan publik secara menyeluruh dan tidak memaksakan lokasi yang jelas-jelas mengorbankan fasilitas sekolah. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *