Tasikmalaya, Gemamitra.com – Transformasi digital di dunia pendidikan menuntut guru untuk terus beradaptasi, tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan moral yang menjadi fondasi pembentukan generasi bangsa. Di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), guru dituntut semakin kreatif dalam merancang pembelajaran yang inovatif, efektif, dan bermakna bagi peserta didik.
Semangat tersebut tercermin dalam Workshop Bedah Capaian Pembelajaran (CP) PAI 020 dan Pembuatan Modul Ajar Berbasis AI yang diikuti 320 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Dasar (SD) se-Kota Tasikmalaya. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 14–16 Oktober 2026, dengan dua hari pelaksanaan secara luring di Sambel Hejo dan satu hari secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan yang diinisiasi komunitas guru PAI tersebut menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kompetensi profesional guru, memperdalam pemahaman terhadap capaian pembelajaran terbaru, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam penyusunan perangkat ajar.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Dr. H. Rojab Riswan Taufik, S.Sos., M.Si., yang membuka kegiatan secara resmi pada Rabu (14/10/2026), menyampaikan apresiasi atas inisiatif Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG) PAI se-Kota Tasikmalaya dalam menyelenggarakan workshop peningkatan kompetensi tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga menjadi momentum bagi guru untuk memperkuat penguasaan substansi pembelajaran, membedah capaian pembelajaran, serta menyusun modul ajar dengan memanfaatkan teknologi AI.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada komunitas guru PAI yang tergabung dalam FKKG PAI se-Kota Tasikmalaya yang telah berinisiatif mewujudkan peningkatan kompetensi guru. Kegiatan ini lebih menggali substansi pembelajaran, salah satunya membedah capaian pembelajaran dan merancang modul ajar berbasis pemanfaatan AI,” ungkap Rojab.
Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran sejalan dengan arah digitalisasi pendidikan sekaligus mendukung program Tasik Pintar yang dikembangkan di Kota Tasikmalaya.
Namun, Rojab mengingatkan bahwa pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai moral, dan melahirkan generasi yang berakhlakul karimah.
“Guru PAI memiliki peran dan tanggung jawab penuh dalam pembentukan karakter siswa. Pendidikan bukan hanya mencerdaskan siswa, tetapi juga harus menciptakan siswa yang berkarakter dan berakhlakul karimah,” tegasnya.
Rojab juga mengapresiasi kekompakan para guru PAI yang tetap mampu menghadirkan kegiatan peningkatan kompetensi di tengah keterbatasan anggaran. Ia berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama workshop dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari.
Ia pun mendorong agar kegiatan serupa dilaksanakan secara berkelanjutan dan terus menyesuaikan diri dengan perkembangan kebijakan serta kebutuhan pendidikan. “Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi momentum yang terus dilaksanakan secara kontinu, mengikuti perkembangan arah pendidikan dan pembelajaran. Semoga ini menjadi bahan baku yang sangat kuat untuk mewujudkan Tasik Pintar,” tambahnya.
Workshop diawali pada Rabu (14/10/2026) dengan rangkaian pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne PAI, serta doa bersama. Ketua Pelaksana, Apep Solehudin, S.Pd.I., menyampaikan laporan kegiatan, dilanjutkan sambutan Ketua KKG PAI SD Kota Tasikmalaya, Sukur Hidayat, S.Pd.I.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan sejumlah materi penting dari para narasumber. Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Nia Kurnia, S.Pd., menyampaikan materi mengenai kebijakan peningkatan profesionalisme guru PAI.
Materi berikutnya disampaikan Dr. Caswita, S.Pd.I., M.Ag., Pd., dari Institut Nahdlatul Ulama Tasikmalaya, yang membahas etika penggunaan AI bagi guru dalam mendukung proses pembelajaran.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya, Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si., menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru PAI. Sesi selanjutnya diisi Kendra Rodiyansah, S.Pd., M.M., yang mengulas kompetensi dan profesionalisme guru.
Memasuki hari kedua, Kamis (15/10/2026), kegiatan difokuskan pada praktik pemanfaatan teknologi digital. Asep Gunawan, S.Pd.I., M.Pd., instruktur PAI digital sekaligus pengawas, membimbing peserta mengenal dan mempraktikkan pemanfaatan coding serta AI dalam menyusun bahan ajar PAI yang kreatif dan sesuai kebutuhan peserta didik.
Suasana workshop berlangsung antusias. Para peserta terlibat aktif dalam diskusi dan berbagi pengalaman mengenai peluang serta tantangan penggunaan teknologi di ruang kelas. Melalui sesi praktik tersebut, guru diharapkan mampu memanfaatkan AI sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran, tanpa mengesampingkan peran dan tanggung jawab profesionalnya.
Kegiatan hari kedua ditutup oleh Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Indra Risdianto, S.T. Pada hari ketiga, Jumat (16/10/2026), workshop dilanjutkan secara daring melalui Zoom Meeting. Materi bedah CP PAI 020 disampaikan Dr. Ahmad Faozan, S.Ag., M.Pd., penulis CP PAI 020 dari Kementerian Agama RI.
Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai diseminasi capaian pembelajaran terbaru serta panduan penyusunan perangkat pembelajaran PAI yang sesuai dengan standar kurikulum.
Ketua Pelaksana, Apep Solehudin, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan membawa dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PAI di Kota Tasikmalaya.
Menurutnya, ada dua target utama yang ingin dicapai, yakni meningkatnya keterampilan guru dalam memanfaatkan AI secara bijak untuk menyusun modul ajar dan media pembelajaran, serta semakin mendalamnya pemahaman guru terhadap capaian pembelajaran PAI terbaru.
“Kami berharap setelah kegiatan ini, inovasi pembelajaran PAI di Kota Tasikmalaya semakin maju, tetap berpegang teguh pada nilai keagamaan, tetapi semakin adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.
Melalui workshop tersebut, 320 guru PAI SD se-Kota Tasikmalaya diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, relevan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pada saat yang sama, penguatan pendidikan agama tetap menjadi landasan penting dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlakul karimah.
Sinergi peningkatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi AI, dan penguatan pendidikan karakter diharapkan menjadi kontribusi nyata komunitas guru PAI dalam mendukung terwujudnya Tasik Pintar di Kota Tasikmalaya.**


















