DPC PKB Kota Tasikmalaya Periode 2026–2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Tasikmalaya, Gemamitra.com – Partai politik tidak cukup hanya hadir dalam kontestasi pemilu, tetapi harus mampu menunjukkan keberpihakan melalui kerja nyata dan pelayanan kepada masyarakat. Di tengah berbagai persoalan perkotaan, mulai dari kemiskinan, pengangguran hingga keterbatasan fiskal daerah, kehadiran partai politik dituntut memberikan solusi yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat.

Semangat tersebut mengemuka dalam pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tasikmalaya masa bakti 2026–2031 yang dirangkaikan dengan Orientasi Politik dan Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab). Kegiatan berlangsung di Ballroom Hotel Harmoni, Kota Tasikmalaya, Kamis (15/10/2026).

Bacaan Lainnya

Pengukuhan kepengurusan dipimpin Wakil Ketua DPW PKB Jawa Barat sekaligus anggota DPR RI Fraksi PKB, H. Oleh Soleh, yang mewakili Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Wakil Wali Kota Diky Candra Negara, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim, jajaran pengurus PKB, anggota DPRD dari Fraksi PKB, serta perwakilan partai politik se-Kota Tasikmalaya.

Ketua DPC PKB Kota Tasikmalaya, H. Wahid, mengatakan pengukuhan kepengurusan baru merupakan hasil dari proses panjang sekaligus bentuk kepercayaan dan tanggung jawab untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Menurutnya, kepengurusan periode 2026–2031 harus menjadi momentum memperkuat konsolidasi internal, membangun soliditas kader, serta memperluas kerja politik hingga tingkat akar rumput.

“Pengukuhan ini adalah proses panjang dan menjadi sebuah kebanggaan serta pengabdian untuk melayani dan memperjuangkan kehendak masyarakat,” ujar Wahid.

Ia menegaskan, partai politik harus memiliki kekuatan organisasi yang solid agar mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat secara optimal. Karena itu, seluruh kader PKB di Kota Tasikmalaya diharapkan menjaga kekompakan dan membangun komunikasi yang baik dengan berbagai elemen masyarakat.

Wahid juga menegaskan bahwa PKB akan mendukung kebijakan pemerintah selama berpihak kepada kepentingan masyarakat. Sebaliknya, apabila terdapat kebijakan yang tidak sejalan dengan kebutuhan rakyat, PKB siap menjalankan fungsi pengawasan dan memberikan evaluasi.

Menurutnya, dinamika politik tidak seharusnya membuat partai kehilangan orientasi terhadap tujuan utama, yakni memperjuangkan kemaslahatan masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengapresiasi semangat dan perkembangan kader PKB yang dinilainya semakin progresif dan energik, termasuk dengan hadirnya generasi muda dalam kepengurusan partai.

Viman mengajak seluruh partai politik di Kota Tasikmalaya untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa kontestasi politik telah berlalu sehingga saat ini seluruh elemen politik perlu mengutamakan kerja nyata demi kepentingan masyarakat.

“Pemilu 2024 telah berakhir dan hari ini adalah saatnya seluruh partai hadir di tengah-tengah masyarakat untuk bekerja nyata,” ungkap Viman.

Dalam kesempatan tersebut, H. Oleh Soleh menekankan bahwa pengukuhan pengurus bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat Kota Tasikmalaya.

Ia secara khusus menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang masih menjadi tantangan daerah, di antaranya kemiskinan, pengangguran, serta pentingnya kepemimpinan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat kecil.

Menurut Oleh Soleh, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), terlebih ketika kondisi fiskal daerah menghadapi keterbatasan. Dibutuhkan kepedulian, kemauan politik, serta keterlibatan langsung seluruh elemen untuk membantu masyarakat.

“Tidak hanya APBD yang bisa menyelesaikan masalah, tapi bagaimana hati dan jiwa mau bergerak untuk rakyat,” tegasnya.

Oleh Soleh menambahkan, PKB harus mampu membangun tradisi politik pelayanan dengan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas. Kader partai diharapkan hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan, baik dalam persoalan kesejahteraan, kebutuhan sosial maupun akses terhadap layanan dasar.

Ia menegaskan bahwa politik harus dimaknai sebagai bentuk pengabdian. Oleh karena itu, kader PKB dituntut tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu menunjukkan kepedulian melalui program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Berpolitik adalah ibadah, ber-PKB itu adalah berkah,” ungkap Oleh Soleh, mengutip ungkapan yang dikaitkannya dengan pemikiran Gus Dur.

Sebagai bentuk implementasi politik pelayanan, PKB juga mendorong program sosial yang menyasar masyarakat rentan. Di antaranya layanan ambulans gratis yang siap membantu masyarakat selama 24 jam serta program foodbank yang direncanakan berjalan secara rutin untuk membantu warga yang membutuhkan.

Program tersebut diharapkan menjadi salah satu bentuk kehadiran partai di tengah masyarakat, terutama bagi kelompok yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di sisi lain, penguatan pelayanan masyarakat juga menjadi bagian dari strategi PKB dalam menghadapi Pemilu 2029. Oleh Soleh berharap, pada kontestasi politik mendatang, PKB mendapat kepercayaan lebih besar dari masyarakat Kota Tasikmalaya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh satu partai politik saja. Kolaborasi, komunikasi dan sinergi antarkekuatan politik tetap diperlukan agar berbagai persoalan perkotaan dapat ditangani secara bersama-sama.

Dengan kepengurusan baru masa bakti 2026–2031, DPC PKB Kota Tasikmalaya diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membuktikan komitmen politiknya melalui kerja nyata. Tantangan ke depan bukan hanya memperbesar kekuatan elektoral, tetapi juga memastikan kehadiran partai benar-benar dirasakan masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan partai politik tidak semata-mata diukur dari perolehan kursi dalam pemilu, melainkan juga dari sejauh mana perjuangan dan kebijakannya mampu menjawab kebutuhan rakyat.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *