Fiona Callaghan Hadir di Mappi, Bangkitkan Literasi dan Kepercayaan Diri Generasi Muda Papua

MAPPI, Gemamitra.com — Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi pintu pembuka wawasan, pembentukan karakter, serta penguatan jati diri generasi muda. Melalui budaya literasi, anak-anak muda didorong untuk mengenali potensi diri, berani menyampaikan gagasan, dan mengambil peran dalam membangun masa depan masyarakatnya.

Semangat itulah yang mewarnai kegiatan Pemilihan Duta Baca Pelajar Kabupaten Mappi, Papua Selatan, yang berlangsung pada 5–10 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, Fiona Euis Tjantiari Callaghan, M.Si., yang dikenal sebagai Juag Fiona Sukapura, hadir sebagai narasumber sekaligus mentor bagi generasi muda, khususnya siswa-siswi SMA/SMK dari kalangan Orang Asli Papua (OAP).

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mappi ini diikuti 50 peserta yang mewakili delapan sekolah. Program tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat budaya literasi sekaligus menyiapkan generasi muda agar mampu menjadi penggerak minat baca di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Pelaksanaannya melibatkan kolaborasi sejumlah pihak, yakni Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mappi, Yonif TP 819/PIBP Kabupaten Mappi, Dinas Pendidikan, serta Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mappi. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mappi, Fransiskus Josep Jamlean, S.Sos., M.Si., turut menjadi bagian dari unsur penyelenggara program.

Bekali Peserta dengan Kepemimpinan dan Keterampilan Komunikasi

Dalam kegiatan tersebut, Fiona membekali para peserta dengan sejumlah materi pengembangan diri, meliputi kepemimpinan (leadership), komunikasi (communication), pembentukan citra diri (personal branding), peran seorang duta, serta seni bercerita (storytelling).

Materi tersebut dirancang untuk membangun pemahaman bahwa menjadi Duta Baca bukan sekadar memperoleh gelar atau mengikuti ajang pemilihan. Lebih dari itu, seorang Duta Baca memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan, menumbuhkan kebiasaan membaca, membagikan pengetahuan, serta menginspirasi orang-orang di sekitarnya.

Melalui materi kepemimpinan, peserta diajak mengenali potensi diri, meningkatkan rasa percaya diri, menumbuhkan tanggung jawab, dan berani mengambil inisiatif. Sementara itu, pembelajaran komunikasi dan personal branding membantu peserta menyampaikan gagasan secara efektif sekaligus membangun karakter diri yang autentik dan dapat dipercaya.

Adapun materi tentang peran seorang duta dan storytelling diarahkan untuk mengembangkan kemampuan peserta dalam menyampaikan pesan secara menarik, membangun hubungan dengan orang lain, serta mengangkat cerita dan kekayaan budaya dari lingkungan mereka.

Dengan bekal tersebut, para peserta diharapkan mampu menjadi figur muda yang tidak hanya mencintai buku, tetapi juga memiliki keberanian untuk berbicara, berbagi pengetahuan, dan menggerakkan teman sebaya agar semakin dekat dengan dunia literasi.

Sebagai bentuk dukungan dan penyemangat, Fiona juga memberikan kenang-kenangan kepada seluruh peserta berupa gelang dan kalung buatan tangan dari Sasakala, merek yang didirikannya. Aksesori tersebut dibuat menggunakan manik-manik alam dan disertai kata-kata motivasi.

Pemberian itu menjadi simbol pengingat akan pentingnya mengenali jati diri, menghargai akar budaya, serta menjaga identitas sebagai landasan untuk tumbuh dan berkembang. Fiona berharap para peserta terus percaya pada potensi diri, berani bangkit menghadapi tantangan, dan memiliki tanggung jawab dalam membangun masa depan.

Literasi sebagai Jalan Pemberdayaan Generasi Muda Papua

Di Kabupaten Mappi, penguatan literasi memiliki arti penting bagi pengembangan sumber daya manusia sekaligus keberlanjutan pengetahuan antargenerasi. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, mengomunikasikan gagasan, serta memanfaatkan pengetahuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui program Duta Baca Pelajar, para peserta diharapkan dapat menjadi penggerak budaya membaca di sekolah, mengajak teman sebaya untuk mencintai buku, serta memanfaatkan kemampuan komunikasi dan teknologi untuk menyebarluaskan pengetahuan.

Selain itu, generasi muda Mappi memiliki peluang besar untuk turut mendokumentasikan cerita para tetua, mengenali sejarah komunitas, serta memperkenalkan kekayaan bahasa dan budaya lokal kepada generasi berikutnya.

Dengan demikian, literasi dapat menjadi jembatan yang menghubungkan pengetahuan dari buku dengan kearifan lokal yang diwariskan melalui kehidupan masyarakat. Upaya tersebut sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenali identitasnya dan berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya.

Fiona menekankan pentingnya generasi muda mengenali akar dan warisan yang membentuk jati diri mereka. Menurutnya, kesadaran terhadap identitas merupakan salah satu landasan penting untuk tumbuh, berkembang, dan mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat.

“Generasi muda perlu mengenal akar dan warisan yang membentuk jati dirinya. Dari sanalah tumbuh kesadaran untuk bangkit, berdaya, dan mengambil peran dalam membangun masa depan. Karena ketika kita mengenali siapa diri kita dan dari mana kita berasal, kita memiliki landasan yang kuat untuk melangkah, berkarya, dan memberi manfaat bagi sesama,” ungkap Fiona Euis Tjantiari Callaghan, M.Si.

Pesan tersebut menegaskan bahwa pemberdayaan generasi muda tidak cukup hanya dilakukan melalui transfer pengetahuan. Diperlukan pula proses pembentukan karakter, penguatan kepercayaan diri, dan penghargaan terhadap identitas budaya agar generasi muda mampu tumbuh sebagai pribadi yang mandiri dan berdaya.

Melalui kegiatan ini, sebanyak 50 peserta dari delapan sekolah di Kabupaten Mappi diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan untuk menjalankan tugas sebagai Duta Baca, tetapi juga tumbuh menjadi generasi muda yang percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Pada akhirnya, Duta Baca bukan semata-mata tentang mengajak orang membaca. Lebih jauh, program ini merupakan upaya menumbuhkan generasi yang mampu belajar, berpikir kritis, bercerita, memimpin, dan meneruskan pengetahuan kepada sesama.

Tentang Fiona Euis Tjantiari Callaghan, M.Si.

Fiona Euis Tjantiari Callaghan, M.Si., merupakan pendidik, public speaker, praktisi komunikasi, mentor generasi muda, serta pemerhati budaya dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui pendekatan Life Leadership, Fiona mengembangkan pembelajaran yang berfokus pada kesadaran diri, kepemimpinan, komunikasi, pembentukan citra diri yang autentik, serta kemampuan memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Fiona juga merupakan pendiri Yayasan Ranagara Kertapura Nusantara (RANAGARA), sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang penguatan pendidikan, kebudayaan, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian warisan Nusantara.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *