PKB Kota Tasikmalaya Tuntaskan 69 Ranting, Siap Hadapi Pemilu 2029

Tasikmalaya – Gemamitra.com | Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tasikmalaya terus memperkuat konsolidasi organisasi sebagai langkah awal menyongsong Pemilu 2029.

Langkah tersebut ditandai dengan rampungnya tahapan pra-Musyawarah Ranting (pra-Musran) untuk 69 ranting yang tersebar di 10 kecamatan di Kota Tasikmalaya.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari dan seluruh tahapan penjaringan calon pengurus DPRT telah diselesaikan, termasuk di Kecamatan Purbaratu dan Kecamatan Bungursari.

Ketua DPC PKB Kota Tasikmalaya, H. Wahid, S.Pd., mengatakan penataan struktur Dewan Pengurus Ranting (DPRT) merupakan tindak lanjut setelah pihaknya menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPC PKB periode 2026–2031.

Hal tersebut disampaikan H. Wahid usai pelaksanaan pra-Musran di Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Kamis (20/8/2026) malam.

“Alhamdulillah, dari 10 kecamatan, 69 ranting yang ada di Kota Tasikmalaya, malam hari ini semuanya selesai, termasuk di Kecamatan Purbaratu dan Kecamatan Bungursari,” ujar H. Wahid.

Ia menjelaskan, pra-Musran merupakan tahapan awal penjaringan calon pengurus DPRT sebelum nantinya dilanjutkan dengan Musyawarah Ranting (Musran).

Dalam proses penjaringan tersebut, para calon pengurus mengikuti wawancara serta uji kelayakan dan uji kepatutan. Hasil penjaringan selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui pelatihan kader penggerak.

“Karena ini baru tahap penjaringan, maka namanya pra-Musran. Tadi dilaksanakan penjaringan untuk para calon pengurus DPRT, ada wawancara ataupun uji kelayakan dan uji kepatutan,” jelasnya.

H. Wahid menargetkan seluruh tahapan pembentukan DPRT dapat diselesaikan pada 2026 dan tidak melewati Desember. Setelah proses penjaringan dan pelatihan kader penggerak selesai, PKB Kota Tasikmalaya akan melaksanakan Musran untuk menetapkan sekaligus mengumumkan struktur kepengurusan DPRT PKB se-Kota Tasikmalaya.

Menurut H. Wahid, penataan struktur hingga tingkat ranting menjadi bagian penting dalam memperkuat organisasi menghadapi Pemilu 2029. Keberadaan DPRT dinilai strategis karena berada langsung di tingkat kelurahan dan menjadi ujung tombak partai dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.

“Ini adalah mesin partai. Mau apa pun ke depan, mau Pileg, mau pemilu legislatif, mau pemilu eksekutif, ketika sudah punya mesin partai, ketika sudah punya mesin penggerak, punya kader penggerak, tentu ini dalam rangka bagaimana kita menghadapi Pemilu 2029,” katanya.

Setelah struktur terbentuk, para kader penggerak akan diarahkan untuk aktif melakukan pendekatan kepada masyarakat. Selain memperkenalkan PKB, kader juga diharapkan dapat menyampaikan informasi mengenai kinerja para anggota Fraksi PKB di DPRD Kota Tasikmalaya, DPRD Provinsi Jawa Barat maupun DPR RI.

“Ketika sudah punya mesinnya, sudah punya penggeraknya, tinggal nanti sedikit-sedikit ada pemanasan, kemudian dirawat. Dan tentu mereka harus bergerak melakukan pendekatan-pendekatan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai komunikasi langsung dengan masyarakat penting untuk membangun kedekatan sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap PKB.

Penguatan struktur organisasi tersebut juga menjadi bagian dari strategi PKB Kota Tasikmalaya dalam menghadapi kontestasi politik 2029. H. Wahid menyebutkan, target PKB bukan hanya menambah perolehan kursi di DPRD Kota Tasikmalaya, tetapi menjadi partai dengan jumlah kursi terbanyak.

“Karena tujuannya adalah partai politik yaitu kekuasaan dalam rangka untuk menyejahterakan masyarakat, tentu targetnya adalah bagaimana memiliki kursi terbanyak di DPRD,” tegasnya.

Selain membidik kemenangan legislatif, PKB Kota Tasikmalaya juga menargetkan kemenangan dalam kontestasi eksekutif. Menurut H. Wahid, kekuatan politik harus dibangun secara struktural terlebih dahulu melalui pengurus partai dan kader penggerak. Setelah fondasi organisasi kuat, seluruh kekuatan tersebut akan diarahkan untuk menghadapi pertarungan politik 2029.

“Target kita menjadi pemenang di Pileg, kemudian juga kita menjadi pemenang di Pilkada ke depan. Kita ingin menjadi juara pertama, memiliki kursi terbanyak di DPRD, kemudian mengantarkan kader terbaiknya di PKB untuk menduduki posisi eksekutif, baik wali kota ataupun wakil wali kota,” pungkasnya.

Dengan rampungnya tahapan pra-Musran di 69 ranting, PKB Kota Tasikmalaya kini memasuki tahapan berikutnya untuk memastikan struktur organisasi tersebut tidak berhenti sebatas administratif.

Para pengurus dan kader di tingkat ranting diharapkan menjadi ujung tombak partai dalam membangun komunikasi, menyerap aspirasi, serta memperkuat basis dukungan masyarakat menuju Pemilu 2029. (Pakesit)**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *