FK KKG Bungursari Gelar Workshop BENTENG SEKOLAH, Bekali Guru Tangkal Narkoba, Pinjol, Judol hingga Kekerasan

Foto bersama peserta workshop BENTENG SEKOLAH yang digelar FK KKG Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, pada 14–16 Oktober 2026. Dok. Foto: Reji Maulana
Foto bersama peserta workshop BENTENG SEKOLAH yang digelar FK KKG Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, pada 14–16 Oktober 2026. Dok. Foto: Reji Maulana

Tasikmalaya, Gemamitra.com – Ancaman narkoba, pinjaman online (pinjol), judi online (judol), hingga tindak kekerasan menjadi tantangan serius yang perlu diantisipasi dunia pendidikan. Sekolah tidak cukup hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga harus mampu menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik.

Berangkat dari kepedulian tersebut, Forum Komunikasi Kelompok Kerja Guru (FK KKG) Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, menggelar workshop bertajuk “BENTENG SEKOLAH” (Bersama Pendidik Tangkal Narkoba, Pinjol, Judol, dan Kekerasan di Sekolah) pada 14–16 Oktober 2026, bertempat di SD Islam Al-Jamal Pamijahan.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti 68 peserta dari 17 sekolah negeri dan swasta jenjang sekolah dasar (SD) di Kecamatan Bungursari. Workshop tersebut menjadi upaya meningkatkan kapasitas pendidik dalam memahami, mengantisipasi, serta menangani berbagai persoalan sosial, hukum, psikologis, dan risiko keuangan digital yang berpotensi memengaruhi lingkungan pendidikan.

Ketua Pelaksana Workshop BENTENG SEKOLAH, Deny Kurniawan, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi dunia pendidikan. Menurutnya, sekolah bukan sekadar tempat transfer ilmu pengetahuan, melainkan sebuah ekosistem yang harus menjamin keamanan, kenyamanan, dan keselamatan seluruh warga sekolah.

“Pendidik dan tenaga kependidikan merupakan pilar utama dalam menggerakkan ekosistem pendidikan. Kualitas pembelajaran yang diterima peserta didik sangat berkaitan dengan kesejahteraan, ketenangan psikologis, serta kesiapan guru dalam menghadapi berbagai dinamika sosial yang berkembang di masyarakat,” paparnya.

Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) BENTENG SEKOLAH yang diinisiasi Forum KKG Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Dok. Foto: Reji Maulana
Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) BENTENG SEKOLAH yang diinisiasi Forum KKG Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Dok. Foto: Reji Maulana

Ia menjelaskan, workshop BENTENG SEKOLAH bertujuan memperkuat kapasitas dan ketahanan pendidik dalam menghadapi berbagai ancaman, mulai dari persoalan hukum dan sosial, bahaya narkoba, tekanan psikologis, hingga risiko finansial digital akibat pinjaman online dan judi online.

Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif serta mampu mengambil langkah yang tepat dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan mendukung proses pembelajaran.

Deny juga menegaskan bahwa upaya mewujudkan sekolah aman bukan hanya menjadi tanggung jawab kepala sekolah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah, orang tua, masyarakat, dan instansi terkait.

“Guru harus terlindungi, sekolah harus memiliki sistem yang kuat, dan murid harus mendapatkan rasa aman serta pendampingan yang manusiawi,” ujarnya.

Menurutnya, lingkungan sekolah yang aman akan membantu guru menjalankan tugas dengan lebih tenang, sekaligus mendukung peserta didik agar berkembang secara optimal. Upaya tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari kontribusi dunia pendidikan dalam mewujudkan program Tasik Pintar di Kota Tasikmalaya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Dr. H. Rojab Rizwan Taufik, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas inisiatif FK KKG Kecamatan Bungursari yang telah menyelenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi guru dengan mengangkat persoalan aktual dan relevan dengan kebutuhan satuan pendidikan.

Menurutnya, workshop tersebut merupakan bentuk nyata pelaksanaan program kerja tahunan yang dirumuskan bersama para kepala sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya.

“Kami, Dinas Pendidikan, sangat mengapresiasi kegiatan Bimtek yang dilaksanakan oleh FK KKG Kecamatan Bungursari. Ini merupakan bentuk nyata realisasi program kerja tahunan yang telah dirumuskan bersama para kepala sekolah dan Dinas Pendidikan,” ungkap Rojab.

Ia menjelaskan, FK KKG Kecamatan Bungursari merupakan forum yang menghimpun KKG Letnan Harun, KKG Sakarebong, dan KKG Santana. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi komunitas guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat perlindungan terhadap peserta didik.

Rojab menilai, materi yang diangkat dalam workshop BENTENG SEKOLAH sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi guru saat ini. Pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah, bahaya narkoba, serta risiko pinjaman online dan judi online merupakan persoalan yang perlu dipahami secara serius oleh para pendidik.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, panitia menghadirkan narasumber dari sejumlah instansi dan kalangan profesional sesuai bidang keahliannya. Materi pencegahan tindak kekerasan disampaikan oleh narasumber dari Polres Tasikmalaya Kota, sedangkan edukasi mengenai bahaya narkoba menghadirkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya.

Sesi tanya jawab dalam Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) BENTENG SEKOLAH yang diinisiasi Forum KKG Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Dok. Foto: Reji Maulana
Sesi tanya jawab dalam Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) BENTENG SEKOLAH yang diinisiasi Forum KKG Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Dok. Foto: Reji Maulana

Kemudian, untuk materi mengenai risiko pinjaman online dan judi online melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kota Tasikmalaya. Peserta juga memperoleh materi tentang penyusunan prosedur operasional standar atau Standard Operating Procedure (SOP), termasuk sesi berbagi pengetahuan bersama unsur teknis Dinas Pendidikan, khususnya bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) SD.

Selain itu, kegiatan ini turut dirancang untuk memperluas wawasan guru dalam memahami persoalan psikologis yang dapat dihadapi pendidik maupun peserta didik di lingkungan sekolah.

“Materi-materi ini sangat bermanfaat bagi para guru. Persoalan kekerasan, bahaya narkoba, serta pinjaman online dan judi online harus dipahami dengan baik agar menjadi benteng bagi seluruh pemangku kepentingan di sekolah,” jelasnya.

Rojab menambahkan, kreativitas dan semangat komunitas guru dalam meningkatkan kompetensi merupakan modal penting untuk memperkuat profesionalisme pendidik. Guru dituntut terus memperbarui pengetahuan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan persoalan sosial di masyarakat agar mampu membimbing, mengajar, dan mendidik peserta didik secara tepat sesuai tantangan zaman.

“Guru tidak hanya berperan menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membangun karakter, memberikan pendampingan, serta menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan,” ujarnya.

Ia berharap inisiatif FK KKG Kecamatan Bungursari dapat menjadi inspirasi bagi komunitas guru di kecamatan lain di Kota Tasikmalaya untuk mengembangkan kegiatan serupa yang berorientasi pada kebutuhan nyata di lapangan.

“Saya berharap kegiatan positif seperti ini dapat ditiru oleh komunitas-komunitas guru di kecamatan lainnya. Di Kota Tasikmalaya, setiap kecamatan memiliki komunitas guru yang bisa menjadi penggerak peningkatan kualitas pendidikan,” tuturnya.

Rojab juga berharap kegiatan peningkatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan lapangan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan mewujudkan program Tasik Pintar.

“Mudah-mudahan apa yang sudah direalisasikan ini memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan mewujudkan cita-cita Kota Tasikmalaya, yaitu Tasik Pintar,” pungkasnya.

Workshop BENTENG SEKOLAH yang pembiayaannya bersumber dari dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOS) tahun anggaran 2026 ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta. Lebih dari itu, hasil kegiatan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penerapan kebijakan, penguatan prosedur operasional, serta kolaborasi berkelanjutan di setiap satuan pendidikan.

Melalui langkah tersebut, sekolah dasar di Kecamatan Bungursari diharapkan semakin kokoh menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Penguatan peran guru sebagai garda terdepan perlindungan anak sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan mutu pendidikan dan mewujudkan Tasik Pintar di Kota Tasikmalaya. (Pakesit)**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *