Tasikmalaya, Gemamitra.com – Ribuan guru dari berbagai jenjang pendidikan memadati kawasan Alun-Alun Dadaha Kota Tasikmalaya, Sabtu (7/11/2026). Sebanyak 5.270 peserta ambil bagian dalam kegiatan PGRI Fun Run 2026 yang menjadi momentum mempererat solidaritas, membangun kebersamaan, sekaligus menyuarakan pentingnya perhatian terhadap profesi guru.
Kegiatan yang diselenggarakan PGRI Kota Tasikmalaya dalam rangka memperingati HUT ke-81 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional 2026 tersebut berlangsung meriah dengan mengusung slogan “Satu Langkah, Banyak Makna”.
Mengawali kegiatan, panitia membuka gerbang peserta pada pukul 06.00 WIB. Acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh pembawa acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Ketua PGRI Kota Tasikmalaya, serta sambutan Wali Kota Tasikmalaya.
Setelah sesi sambutan, peserta mengikuti pemanasan sebelum dilepas untuk mengikuti dua kategori lari, yakni jarak 5 kilometer (5K) pada pukul 07.00 WIB dan 2,5 kilometer (2,5K) pada pukul 07.15 WIB.
Ketua PGRI Kota Tasikmalaya, H. Cecep Susilawan, S.Pd., MM, menyampaikan bahwa tingginya partisipasi guru menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan para pendidik di Kota Tasikmalaya.
Menurutnya, PGRI Fun Run bukan sekadar kegiatan olahraga, melainkan ruang untuk memperkuat solidaritas, membangun persatuan, serta menegaskan peran strategis guru dalam pembangunan daerah.
“Kurang lebih 5.270 guru hadir di Alun-Alun Dadaha. Tempat ini menjadi saksi bahwa ada semangat yang hebat dari guru-guru Kota Tasikmalaya. Semua guru lintas jenjang hadir,” ungkap Cecep.
Ia menegaskan, momentum peringatan HUT ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional harus menjadi penguat komitmen seluruh tenaga pendidik untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Cecep juga mengajak para guru mengambil peran aktif dalam mengawal berbagai program pembangunan pendidikan di Kota Tasikmalaya, salah satunya program Tasik Pintar. Menurutnya, keberhasilan program pendidikan membutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, organisasi profesi, serta seluruh tenaga pendidik.
“Tasik Pintar menjadi bagian yang harus kita antarkan dengan baik oleh seluruh guru Kota Tasikmalaya. Kita harus menjadi mitra strategis, mitra yang sejalan dan seiring untuk kepentingan Pemerintah Kota Tasikmalaya yang lebih berkemajuan di masa-masa yang akan datang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Cecep berharap pemerintah daerah dan legislatif dapat memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi para guru, termasuk kesejahteraan dan perlindungan profesi.
Ia menilai, guru memiliki kontribusi besar dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, suara dan aspirasi para pendidik perlu mendapat ruang dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan dunia pendidikan.
“Cintai guru Kota Tasikmalaya dengan sepenuh hati,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Panitia PGRI Fun Run 2026, Hj. Affi Endah Navilah, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut melalui proses persiapan yang cukup panjang dan bertahap. Mulai dari pembentukan kepanitiaan, penyusunan konsep kegiatan, perencanaan teknis, penggalangan dukungan dan sponsor, koordinasi dengan berbagai pihak, hingga persiapan sarana dan prasarana.
Menurutnya, persiapan intensif dilakukan selama beberapa bulan menjelang pelaksanaan. Berbagai dinamika dan tantangan dihadapi panitia, namun berkat kerja sama, komitmen, serta dukungan berbagai pihak, kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
“Kegiatan ini bukan sekadar menyelenggarakan sebuah event olahraga, tetapi juga membangun kolaborasi dan kebersamaan. Karena itu, panitia melibatkan berbagai unsur dan bekerja secara gotong royong agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik,” ungkap Affi.
Ia menegaskan, keberhasilan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur yang terlibat, bukan hasil kerja satu atau dua orang saja.
Affi juga menjelaskan, slogan “Satu Langkah, Banyak Makna” memiliki filosofi yang sederhana, tetapi mendalam. Setiap langkah dalam kegiatan lari bukan hanya gerakan fisik untuk mencapai garis finis, melainkan mengandung nilai kebersamaan, persaudaraan, solidaritas, kesehatan, dan kepedulian.
“Kami ingin menyampaikan bahwa setiap langkah yang dilakukan bersama dapat melahirkan banyak kebaikan. Guru tidak hanya hadir sebagai pendidik di ruang kelas, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan, lingkungan sosial, dan kehidupan yang lebih baik,” tuturnya.
Menurut Affi, melalui kegiatan ini PGRI ingin menunjukkan bahwa ketika banyak orang bergerak bersama dengan tujuan positif, dampaknya akan jauh lebih besar dibandingkan ketika bergerak sendiri-sendiri.
Lebih dari sekadar olahraga dan hiburan, PGRI Fun Run 2026 juga membawa pesan penting tentang budaya hidup sehat, kedekatan organisasi dengan masyarakat, serta penguatan persatuan di tengah berbagai perbedaan.
Ia berharap guru dapat menjadi teladan, tidak hanya dalam pengetahuan dan karakter, tetapi juga dalam menjaga kesehatan dan kualitas hidup.
“Guru bukan kelompok yang terpisah dari kehidupan sosial, melainkan bagian dari masyarakat yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Di tengah berbagai perbedaan, olahraga dapat menjadi bahasa universal yang menyatukan. Tidak ada sekat jabatan, profesi, usia, maupun latar belakang ketika semua orang berlari dan bergerak bersama,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Affi juga menyampaikan harapan agar PGRI Fun Run dapat menjadi agenda rutin tahunan PGRI Kota Tasikmalaya.
Kegiatan tahun ini, menurutnya, menjadi langkah awal sekaligus pengalaman berharga untuk menghadirkan penyelenggaraan yang lebih baik pada tahun-tahun mendatang.
Ke depan, pengembangan dapat dilakukan dari sisi jumlah peserta, kualitas penyelenggaraan, kategori kegiatan, keterlibatan komunitas, hingga kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada event olahraga semata, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk membudayakan hidup sehat, memperkuat kepedulian sosial, dan membangun kebersamaan di Kota Tasikmalaya,” ujarnya.
Tak hanya menyampaikan pesan kebersamaan, Affi juga menyoroti pentingnya perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan dan perlindungan profesi guru.
Menurutnya, kehadiran ribuan guru dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa guru merupakan kekuatan sosial yang memiliki energi, solidaritas, serta kontribusi besar bagi pembangunan daerah.
Ia berharap perhatian terhadap guru tidak hanya dilihat dari tugas dan tanggung jawab profesional, tetapi juga diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan, perlindungan, dan peningkatan kualitas profesi.
“Kami berharap pemerintah daerah terus memperkuat sinergi dengan PGRI dalam memperjuangkan kesejahteraan guru, memberikan kepastian dan perhatian yang adil kepada seluruh kelompok guru, termasuk guru non-ASN, serta menghadirkan perlindungan hukum dan rasa aman dalam menjalankan tugas profesinya,” tegas Affi.
Ia menambahkan, guru membutuhkan ruang untuk bekerja secara profesional, mengembangkan kompetensi, berinovasi, dan mendidik tanpa dibayangi rasa takut atau tekanan yang tidak semestinya.
“Kami percaya, investasi terbaik dalam pembangunan pendidikan adalah investasi terhadap manusianya, terutama guru. Sebab, kualitas pendidikan tidak mungkin melampaui kualitas dan keberpihakan kita terhadap para pendidiknya,” tambahnya.
Bagi Affi, perhatian terhadap guru merupakan bagian penting dalam menyiapkan masa depan generasi bangsa.
“Pesan kami sederhana: ketika guru diperhatikan, dilindungi, dan disejahterakan, sesungguhnya pemerintah sedang menyiapkan masa depan generasi bangsa,” pungkasnya.
Rangkaian PGRI Fun Run 2026 kemudian dilanjutkan dengan penyambutan peserta, senam pendinginan, pembagian doorprize dalam tiga sesi, hiburan, serta pengumuman podium. Seluruh kegiatan dijadwalkan berlangsung hingga pukul 10.30 WIB.
Melalui kegiatan tersebut, PGRI Kota Tasikmalaya tidak hanya menghadirkan olahraga bersama, tetapi juga membawa pesan bahwa membangun pendidikan membutuhkan kebersamaan, kepedulian, dan keberpihakan terhadap guru.
Sebab, di balik setiap langkah para pendidik, ada harapan besar tentang masa depan pendidikan dan generasi penerus bangsa. (Pakesit)**


















