SDN 3 Karangsambung Go Digital, Orang Tua Bisa Pantau Absensi Anak Lewat WhatsApp

Tasikmalaya, Gemamitra.com – Transformasi digital di dunia pendidikan terus berkembang. Tidak hanya menjadi wacana, pemanfaatan teknologi kini mulai diterapkan di lingkungan sekolah dasar. Salah satunya dilakukan SDN 3 Karangsambung, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, yang tengah membangun sistem pelayanan pendidikan berbasis digital.

Di bawah kepemimpinan Kepala SDN 3 Karangsambung, H. Aldy Juliansyah, S.Pd, sekolah ini mulai mengintegrasikan teknologi melalui website sekolah dan sistem absensi siswa berbasis Radio Frequency Identification (RFID).

Bacaan Lainnya

Inovasi tersebut bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan menjadi langkah konkret untuk membangun tata kelola sekolah yang lebih efektif, transparan, informatif, dan mudah diakses oleh orang tua siswa.

Melalui sistem absensi RFID, setiap siswa melakukan presensi menggunakan kartu khusus. Ketika siswa tiba di sekolah dan melakukan absensi masuk, notifikasi secara otomatis dikirimkan melalui WhatsApp kepada orang tua. Begitu pula saat siswa melakukan absensi pulang.

laman https://sdn3karangsambung.vercel.app/
laman https://sdn3karangsambung.vercel.app/

Dengan sistem ini, orang tua dapat mengetahui secara langsung waktu kedatangan maupun kepulangan anaknya tanpa harus datang ke sekolah atau menghubungi guru untuk sekadar memastikan jadwal kepulangan.

Kehadiran teknologi tersebut juga memberikan kemudahan bagi tenaga pendidik. Guru tidak lagi disibukkan dengan pencatatan absensi siswa secara manual setiap hari. Data kehadiran sudah terekam secara digital sehingga guru cukup mengunduh rekapitulasi kehadiran setiap bulan.

Efisiensi administrasi ini diharapkan dapat memberikan ruang lebih luas bagi guru untuk menjalankan tugas utamanya, yakni mendidik, membimbing, dan mendampingi perkembangan peserta didik.

Tidak berhenti pada sistem absensi, SDN 3 Karangsambung juga menghadirkan website sekolah sebagai pusat informasi dan layanan digital. Melalui laman https://sdn3karangsambung.vercel.app/, orang tua dapat mengakses berbagai informasi mengenai sekolah dan perkembangan pendidikan anak.

Bahkan, sistem tersebut dirancang untuk memberikan akses terhadap nilai hasil evaluasi belajar siswa, mulai dari nilai Ujian Tengah Semester (UTS) hingga rapor.

Menariknya, akses nilai siswa dibuat secara khusus dan terbatas. Setiap orang tua hanya dapat melihat nilai anaknya masing-masing melalui akses yang bersangkutan. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kerahasiaan data akademik sekaligus memberikan informasi perkembangan belajar secara lebih terbuka kepada keluarga.

Bagi Aldy, digitalisasi sekolah bukan semata-mata menghadirkan perangkat teknologi, tetapi bagaimana teknologi benar-benar memberikan manfaat dalam pelayanan pendidikan.

Siswa dan guru SDN 3 Karangsambung sedang mengaplikasikan website sekolah dan sistem absensi siswa berbasis Radio Frequency Identification (RFID). Dok. Foto: SDN 3 Karangsambung.

“Kami ingin membangun sekolah yang tidak hanya mengajarkan anak-anak tentang masa depan, tetapi juga mulai menerapkan perubahan untuk menyambut masa depan tersebut,” ungkap Aldy, kepada Gemamitra.com, Senin, 2 November 2026.

Ia menegaskan, digitalisasi yang dilakukan bukan hanya tentang penggunaan website, kartu RFID, ataupun notifikasi WhatsApp. Lebih dari itu, inovasi tersebut diarahkan untuk menghadirkan pelayanan pendidikan yang semakin mudah dijangkau, memberikan ketenangan bagi orang tua, serta membantu guru agar lebih fokus pada tugas mendidik.

“Kami percaya bahwa teknologi seharusnya mempermudah pekerjaan manusia, bukan menambah beban. Karena itu, inovasi ini kami hadirkan sebagai bentuk komitmen SDN 3 Karangsambung untuk terus berbenah, berkembang, dan memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik,” tuturnya.

Menurutnya, sekolah digital bukan berarti menghilangkan sentuhan manusiawi dalam proses pendidikan. Sebaliknya, teknologi harus menjadi jembatan yang semakin mendekatkan hubungan antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua.

Sebab, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga oleh komunikasi, keterlibatan, dan kolaborasi antara sekolah dengan keluarga.

Melalui langkah tersebut, SDN 3 Karangsambung ingin menunjukkan bahwa transformasi digital tidak harus dimulai dengan sesuatu yang besar dan rumit. Perubahan dapat dimulai dari kebutuhan sederhana yang selama ini dihadapi sekolah, kemudian dijawab melalui inovasi yang tepat guna.

Pada akhirnya, teknologi bukanlah tujuan akhir pendidikan. Teknologi adalah sarana untuk menciptakan pelayanan yang lebih baik, administrasi yang lebih tertata, informasi yang lebih terbuka, serta lingkungan pendidikan yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.

SDN 3 Karangsambung pun terus melangkah menuju sekolah digital, dengan satu keyakinan: kemajuan pendidikan bukan hanya tentang mempersiapkan generasi menghadapi masa depan, tetapi juga tentang keberanian sekolah untuk berubah sejak hari ini.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *