Tasikmalaya – GM | Ketua Komisi 3 DPRD Kota Tasikmalaya, Anang Safaat, menyatakan bahwa masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perwaskim), khususnya terkait dengan bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu) dan penyerahan komplek perumahan dari pihak pengembang kepada pemerintah.
“Masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan Rutilahu. Selain itu, penyerahan komplek perumahan dari pengembang ke pemerintah juga belum sepenuhnya tuntas, karena terkendala masalah administrasi,” ungkap Anang usai menghadiri Musrenbang Sektoral Dinas Perwaskim Kota Tasikmalaya pada Selasa, 11 Februari 2025.
Anang menjelaskan bahwa proses penyerahan komplek perumahan dari pengembang ke pemerintah memerlukan biaya yang cukup besar untuk menyelesaikan administrasi dengan notaris. Meskipun seharusnya biaya ini ditanggung oleh pengembang, banyak pengembang yang menghindar dengan alasan kekurangan dana, sehingga memperlambat proses penyerahan.
“Proses penyerahan perumahan memang memerlukan anggaran untuk pembebasan notaris. Seharusnya biaya ini menjadi tanggung jawab pengembang, namun banyak pengembang yang tidak memprosesnya dengan alasan tidak memiliki dana, yang akhirnya menjadi kendala,” ujarnya.
Terkait hal ini, Anang menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong Dinas Perwaskim untuk segera menyelesaikan pekerjaan yang ada dan membenahi berbagai persoalan yang selama ini menghambat proses tersebut. (Indra W)***


















