Aceh Utara – GM | Berdasarkan data kesehatan 2024, angka stunting di Aceh Utara mengalami penurunan. Namun, penyuluhan mengenai pencegahan stunting masih perlu terus dilakukan. Oleh karena itu, Kelompok KKN-PPM 107 Krueng Mate berperan aktif untuk mendukung perbaikan gizi buruk yang terjadi.
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan pada 3 Februari 2024, bertempat di Meunasah Krueng Mate, bekerja sama dengan Puskesmas Samudera dan kader Posyandu Krueng Mate.
Mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh (Unimal), Kelompok 107 Sufia dan Ade, selaku penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memastikan ibu hamil dan balita di Krueng Mate dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
“Stunting menjadi hal yang perlu disosialisasikan lebih lanjut. Stunting sendiri merupakan kondisi kekurangan gizi kronis yang berakibat pada gangguan perkembangan fisik. Pencegahan stunting sebaiknya dilakukan sejak sebelum calon ibu hamil. Selain itu, penerapan pola hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi sangat penting untuk memastikan generasi yang sehat dan berkembang sesuai dengan usianya,” terang Sufia.
Selaras dengan itu, Bidan Puskesmas Samudera, Nurafni, menegaskan bahwa stunting tidak dapat diobati, namun harus dicegah. Gizi seimbang dan pola hidup sehat merupakan pencegahan terbaik untuk ibu hamil dan balita.
“Stunting bukanlah sesuatu yang dapat diobati, namun harus dicegah. Pencegahan sebaiknya dilakukan sebelum pasangan suami istri menikah, saat mendaftar di KUA. Gizi seimbang, suplemen, karbohidrat, protein, sayuran, dan buah-buahan perlu dipastikan tercukupi dengan baik selama masa kehamilan. Oleh karena itu, pengecekan kesehatan ibu hamil di Posyandu harus dilakukan setidaknya enam kali untuk mencegah stunting,” jelas Nurafni.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan warga Krueng Mate dapat lebih paham dan antisipatif terhadap pencegahan stunting, serta memastikan anak-anak di Krueng Mate tumbuh dengan sehat. (MIS)***


















