Tasikmalaya – Gemamitra.com | SDN Mohamad Toha menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLSP) pada 14–18 Juli 2025 dengan muatan yang tak hanya berfokus pada pengenalan sekolah, namun juga menyisipkan pesan penting soal penguatan peran orang tua dalam mendidik anak melalui pendekatan pengasuhan tanpa kekerasan.
Salah satu rangkaian kegiatan MPLSP yang digelar Rabu (16/07/2025) di Aula SDN Mohamad Toha adalah Sosialisasi Parenting yang menghadirkan An’an Yuliati, S.IP., dari Pusat Pembelajaran Keluarga Bersama Melindungi Anak dan Ketahanan Keluarga (PUSPAGA BUNDAKU) Kabupaten Tasikmalaya. Materi yang dibawakan mengangkat tema krusial: “Pengasuhan Tanpa Kekerasan”.
Kepala SDN Mohamad Toha, Nunu Masnurdin, menyampaikan bahwa sosialisasi ini menjadi bagian penting dari upaya sekolah dalam menanamkan karakter anak sejak dini. “Kami berharap pemahaman orang tua terhadap pola asuh yang ramah anak dapat mendukung pencapaian akademik maupun pembentukan karakter siswa sesuai visi sekolah,” tutur Nunu.
Dalam pemaparannya, An’an Yuliati menegaskan pentingnya peran keluarga dalam menjamin tumbuh kembang anak yang sehat secara fisik dan mental. Ia menjelaskan bahwa kekerasan—baik fisik, verbal, maupun emosional—dapat menghambat perkembangan anak dan meninggalkan dampak psikologis jangka panjang.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya memenuhi empat hak dasar anak: hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan, dan hak partisipasi. “Sayangnya, hak perlindungan kerap diabaikan, terutama saat orang tua menerapkan pola asuh otoriter yang menutup ruang dialog,” ujarnya.
An’an pun mengutip petuah bijak dari Ali bin Abi Thalib, “Didiklah anak sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu,” sebagai refleksi bahwa pendekatan pengasuhan perlu disesuaikan dengan konteks kekinian.
Ia juga memaparkan jenis-jenis kekerasan terhadap anak dan dampak negatifnya, mulai dari trauma psikologis hingga hilangnya rasa percaya diri. Untuk itu, ia menawarkan sejumlah strategi pengasuhan positif, seperti membangun komunikasi dua arah, menyediakan waktu berkualitas, tidak memberi label negatif, hingga membiasakan bercerita sebelum tidur.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi yang hangat antara peserta dan narasumber, serta penyerahan santunan kepada anak yatim yang disalurkan oleh para guru SDN Mohamad Toha—sebuah momen yang mempererat solidaritas dan semangat kepedulian dalam komunitas sekolah. (Pakesit)***


















