Tasikmalaya – Gemamitra.com | Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas ibadah para penyuluh agama, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bungursari kembali menggelar pembinaan rutin yang dilaksanakan setiap hari Rabu.
Menariknya, pada kesempatan kali ini kegiatan juga melibatkan mahasiswa Kelompok Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari Institut Nahdlatul Ulama (INU) Tasikmalaya. Kehadiran mereka menjadi bagian dari proses pembelajaran praktis yang melengkapi teori yang telah didapatkan di bangku kuliah.
“Pembelajaran seperti ini sangat penting, karena kami bisa langsung mempraktikkan materi yang sebelumnya hanya kami pelajari secara teoritis di kampus,” ujar Yoga Gintara, salah satu mahasiswa peserta PPL.
Pada pertemuan pekan ini, materi pembinaan difokuskan pada kajian kitab Risalatul Muawanah, yang disampaikan oleh H. Agus Al Amin, S.H. Kajian berlangsung khidmat dan berfokus pada tiga topik utama yang berkaitan dengan amalan sholat sunah, yaitu:
1. Keutamaan Sholat Sunat Witir
H. Agus menjelaskan bahwa sholat witir adalah penutup ibadah malam yang sangat dianjurkan. Ia menekankan pentingnya menjaga kontinuitas ibadah ini sebagai bentuk penyempurna sholat harian.
2. Keutamaan Sholat Sunat Awwabin
Sholat ini dilaksanakan antara Magrib dan Isya. Menurutnya, amalan ini menjadi sarana efektif untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperkuat aspek spiritualitas pribadi.
3. Keutamaan Sholat Sunat Dhuha
Dalam bagian akhir kajian, dijelaskan pula bahwa sholat dhuha memiliki banyak manfaat, di antaranya sebagai pembuka pintu rezeki serta latihan jiwa untuk senantiasa bersyukur dan bertawakal.
Kepala KUA Kecamatan Bungursari melalui Humas KUA menyampaikan bahwa pembinaan rutin ini merupakan bagian dari strategi penguatan kompetensi penyuluh agama. Tujuannya tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah pribadi para penyuluh, tetapi juga agar mereka mampu menyampaikan materi secara aplikatif kepada masyarakat binaannya.
“Pembinaan ini bukan sekadar menambah wawasan keislaman, tapi juga memperkuat peran penyuluh sebagai teladan dan penggerak dalam membina umat,” ujar Humas KUA Bungursari.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen KUA Kecamatan Bungursari dalam mendukung program peningkatan kapasitas penyuluh agama, selaras dengan misi mewujudkan masyarakat yang religius dan berakhlak mulia.
(Pakesit/IF – Humas KUA Kecamatan Bungursari)


















