Menggali Potensi Anak Disabilitas Lewat Temu Wicara dan Seni di Tasikmalaya

Tasikmalaya – Gemamitra.com | Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025, Paguyuban Orang Tua Disabilitas Tasikmalaya menyelenggarakan acara bertajuk Temu Wicara dan Performance Art yang berlangsung pada Rabu sore 23 Juli 2025, di Caffe Lemona, kawasan Simpanglima, Kota Tasikmalaya. Acara ini mengusung tema “Menggali Potensi Anak & Menyusun Strategi Orang Tua Menuju Kemandirian dan Kesuksesan”.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang temu dan diskusi, tetapi juga menjadi ajang ekspresi dan apresiasi bagi anak-anak penyandang disabilitas. Hadir sebagai narasumber utama, Ashmansyah Timutiah, seniman sekaligus budayawan dari Komunitas Cermin, serta Ipa Zumrotul Falihah, aktivis perempuan dan anak sekaligus Direktur Taman Jingga.

Bacaan Lainnya

Dalam sesi diskusi, Harniwan Obech—pegiat sosial dan Presiden Republik Aer—berperan sebagai pemantik, memandu arah pembicaraan seputar peran orang tua dalam mengasah potensi anak, khususnya yang memiliki kebutuhan khusus. Sementara acara dipandu oleh Putri dari Komunitas Amaratma, dengan nuansa hangat dan inklusif yang terasa sejak awal hingga akhir kegiatan.

Yang paling menarik perhatian dalam kegiatan ini adalah penampilan seni pertunjukan oleh Satria Ahmad Gumilar dan rekan-rekan, para penyandang tuna netra yang menunjukkan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi kemampuan artistik dan semangat berkarya.

Ketua penyelenggara, Neneng Ambu, menyampaikan bahwa acara ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem yang ramah dan mendukung perkembangan anak, terutama anak dengan disabilitas.

“Kami ingin menciptakan ruang di mana suara anak-anak disabilitas dan orang tuanya bisa didengar. Melalui dialog, seni, dan kebersamaan seperti ini, kita semua belajar dan saling menguatkan,” ujarnya.

Acara ini terbuka untuk umum dan dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari orang tua, pendamping disabilitas, pegiat sosial, hingga masyarakat yang peduli pada isu inklusi dan pemberdayaan anak.

Dengan semangat Hari Anak Nasional, kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara komunitas, orang tua, dan masyarakat luas dalam menciptakan lingkungan yang mendorong kemandirian, kreativitas, dan kesuksesan anak, tanpa diskriminasi. (Pakesit)***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *