Level Up! Pembelajaran Aktif Melalui Turnamen Kuis Interaktif

Pebi Nuradiansyah,, S.Pd (Guru SDN Saripin Kota Tasikmalaya)

Oleh: Pebi Nuradiansyah, S.Pd. (Guru Kelas SDN Saripin Kota Tasikmalaya)

Gemamitra.com | Dinamika pembelajaran abad ke-21 menuntut guru untuk dapat berinovasi dan beradaptasi dalam menerapkan model pembelajaran. Pergeseran paradigma dari pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher-centered) menuju pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student-centered) semakin menguatkan pentingnya keterlibatan peserta didik dalam proses belajar mengajar. Namun, seringkali tantangan muncul dalam menciptakan suasana kelas yang tidak hanya kondusif ketika pembelajaran berlangsung, tetapi juga tantangan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, sehingga lebih bermakna bagi peserta didik.

Bacaan Lainnya

Menyadari tantangan tersebut, diperlukan sebuah pendekatan pembelajaran yang mampu mengakomodasi keberagaman peserta didik dan model pembelajaran yang mengaktifkan keterlibatan peserta didik baik secara individu maupun kelompok, sehingga dapat meningkatkan motivasi intrinsik peserta didik dan memfasilitasi pemahaman konsep secara lebih interaktif dan menyenangkan. Model pembelajaran berbasis kooperatif adalah salah satu model yang dapat mengatasi permasalahan ini. Unsur kolaborasi, kompetisi, tantangan, dan umpan balik yang terdapat dalam model pembelajaran tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar peserta didik.

Dalam konteks ini, implementasi model kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dipadukan dengan kuis interaktif sebagai strategi pembelajaran di kelas dalam mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Model turnamen memberikan wadah kompetisi yang sehat antar kelompok peserta didik maupun antar pesreta didik, mendorong peserta didik untuk belajar dan mempersiapkan diri dengan lebih baik. Sementara itu, kuis interaktif, dengan memanfaatkan teknologi, memungkinkan peserta didik untuk berpartisipasi secara aktif, menerima umpan balik instan, dan menguji pemahaman mereka secara menyenangkan. Kombinasi kedua elemen ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik, kompetitif secara positif, dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Model pembelajaran TGT adalah model pembelajaran yang mengajak peserta didik belajar sambil bermain, model pembelajaran ini sangat cocok diterapkan di sekolah dasar karena model ini mampu meningkatkan karakter gotong royong dan hasil belajar peserta didik (Mahardi, Murda, & Astawan, 2019). Menurut Rusman (2012:224) TGT adalah “salah satu tipe pembelajaran yang menempatkan peserta didik dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5-6 orang peserta didik yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, dan suku kata atau ras yang berbeda” (Mahardi, Murda, & Astawan, 2019).

Sebelum penulis menerapkan model kooperatif dengan tipe TGT, penulis melakukan sharing dengan rekan guru dan kepala Sekolah terkait metode pembelajaran serta penyesuaian dengan materi yang akan diajarkan di kelas. Selain itu penulis juga mencari referensi model TGT sebagai penguat dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Secara sederhana model pembelajaran TGT ini sebenarnya adalah pembelajaran kelompok dengan perpaduan adanya kompetisi sehingga peserta didik tertantang. Gambaran kompetisi yang dimaksud adalah seperti permainan sebuah kuis yang berisi beberapa pertanyaan yang disampaikan kemudian peserta didik menjawabnya.

Dari referensi tersebut penulis kemudian membuat inovasi dengan memadukan anatra model pembelajaran TGT dan pemanfaatan teknologi aplikasi internet kuis interaktif. Dengan model pembelajaran ini suasana kelas bisa terlihat lebih hidup dan tidak terkesan monoton. Peserta didik juga dapat menelaah sebuah pelajaran atau materi bebas mengaktualisasikan diri dengan seluruh potensi yang ada dalam diri peserta didik tersebut dapat keluar, selain itu kerjasama antar peserta didik juga peserta didik dengan guru akan membuat interaksi belajar dalam kelas menjadi hidup dan tidak membosankan. Berikut sintak model dalam bentuk kegiatan pembelajaran di kelas.

Sintaks ke 1 Model TGT: Presentasi Kelas
1.    Peserta didik diinstruksikan untuk membaca teks bacaan Kerjasama yang Baik pada buku paket. (Keterampilan Sosial-Emosional Manajemen Diri).

2.    Peserta didik bersama guru berdiskusi. (Keterampilan Berelasi).

3.    Peserta didik memerhatikan materi pada slide show yang disampaikan oleh guru. (Keterampilan Sosial-Emosional Manajemen Diri) – (Bernalar Kritis).

4.    Peserta didik diberikan kesempatan untuk bertanya. (Bernalar Kritis).

Metode Diskusi Kelas dan Pemaparan
Sintaks ke 2 Model TGT: Berkelompok
5.    Peserta didik berkelompok sesuai dengan instruksi dari guru, peserta didik terbagi dalam kelompok yang heterogen. (Keterampilan Berelasi).

6.    Peserta didik mendapatkan LKPD dan memahami instruksi tentang kegiatan yang terdapat dalam LKPD. (Bernalar Kritis).

Metode Diskusi Kelompok
Sintaks ke 3 Model TGT: Permainan Kelompok
7.    Guru memfasilitasi peserta didik untuk mencari sumber belajar dalam menyelsaikan LKPD. (Pembelajaran Berdiferensiasi Konten).

8.    Ketika peserta didik berkegiatan dalam kelompok, guru membimbing peserta didik yang membutuhkan dengan instruksi-instruksi tambahan, serta memantau aktivitas belajar peserta didik. (Pembelajaran Berdiferensiasi Proses).

9.    Peserta didik menyelsaikan LKPD dan jika sudah selesai mereka mengumpulkan hasil LKPD secara berkelompok. (Kreatif) – (Bernalar Kritis).

Metode Diskusi Kelompok dan Penugasan Individu
Sintaks ke 4 Model TGT: Turnamen Antar Kelompok
10. Guru mengadakan kompetisi antar kelompok.  (Keterampilan Sosial-Emosional Kesadaran Diri) – (Keterampilan Berelasi).

11. Peserta didik berkompetisi dengan temannya dengan menjawab pertanyaan kuis. (Bernalar Kritis) – (Kreatif).

Metode Kompetisi Antar Kelompok
Sintaks ke 5 Model TGT Penghargaan Kelompok
12. Peserta didik diberikan kesempatan memberikan tanggapan/apresiasi kepada kelompok yang tampil sebagai juara. (Keterampilan Berelasi).

13. Peserta didik mendapatkan apresiasi dan motivasi dari guru. (Keterampilan Sosial-Emosional Kesadaran Diri).

Metode Diskusi Kelas

Media yang digunakan dalam implementasi praktik baik adalah media berupa slide show presentasi interaktif yang terdapat kuis interaktif dari wordwall dan yang paling utama adalah penggunaan aplikasi quizizz.

Model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan perpaduan kuis interaktif berbasis aplikasi dalam pembelajaran di kelas V mata Pelajaran Bahasa Indonesia, teramati beberapa perubahan positif peserta didik dan suasana pembelajaran secara keseluruhan, diantaranya:

  1. Peningkatan Keterlibatan Aktif Peserta didik: Sesi kuis interaktif menjadi momen yang dinanti-nantikan, di mana hampir seluruh peserta didik terlibat aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi, dan memberikan respons.
  2. Meningkatnya Motivasi Belajar: Penerapan elemen kompetisi dan kesenangan melalui turnamen dan kuis interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
  3. Pemahaman Konsep yang Lebih Mendalam: Kuis interaktif dengan umpan balik langsung membantu peserta didik untuk segera mengidentifikasi area pemahaman yang kurang dan melakukan koreksi.
  4. Peningkatan Kemampuan Teknologi: Bagi peserta didik dan guru, penggunaan platform kuis interaktif juga secara tidak langsung meningkatkan kemampuan literasi digital.

Bahkan di akhir pembelajaran peserta didik memberikan refleksi yaitu mereka menginginkan pembelajaran yang telah dilakukan dapat diterapkan pada pembelajaran berikutnya bahkan di mata pelajaran lain.

Dari hasil penerapan model pembelajaran TGT dengan dipadukan menggunakan platform kuis interaktif merupakan strategi pembelajaran yang efektif dan inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Pendekatan ini mampu mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik, mendorong pembelajaran yang aktif dan bermakna, serta memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan relevan dengan perkembangan zaman.

Berdasarkan pengalaman implementasi praktik baik ini, ada beberapa saran yang dapat dipertimbangkan untuk pengembangan dan penerapan lebih lanjut diantaranya variasi dalam desain turnamen dan kuis, penyesuaian dengan materi ajar, adaptasi dengan gaya belajar peserta didik, pelatihan dan pengembangan guru terhadap media-media interaktif, evaluasi berkelanjuran, dan selalu mengutamakan kolaborasi antar guru. ***

Daftar Pustaka

Mahardi, I. P., Murda, I. N., & Astawan, I. G. (2019). MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT BERBASIS KEARIFAN LOKAL TRIKAYA PARISUDHA TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER GOTONG ROYONG DAN HASIL BELAJAR IPA. Jurnal Pendidikan Multikultural Indonesia, 98-107.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *