Rojab Riswan Taufik dan Arah Baru Pendidikan Kota Tasikmalaya

Rojab Riswan Taufik dan Arah Baru Pendidikan Kota Tasikmalaya.
Rojab Riswan Taufik dan Arah Baru Pendidikan Kota Tasikmalaya

Tasikmalaya – Gemamitra | Dr. H. Rojab Riswan Taufik, S.Sos., M.Si., lahir di Garut pada 26 Juli 1975, merupakan sosok birokrat yang tumbuh dan ditempa dalam tradisi panjang pelayanan publik. Dedikasinya terhadap tata kelola pemerintahan dan pembangunan sumber daya manusia menjadikannya figur penting dalam perjalanan birokrasi Kota Tasikmalaya. Saat ini, ia menetap bersama keluarga di kawasan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.

Dalam keseharian maupun kepemimpinannya, Rojab memegang teguh prinsip bahwa kebermaknaan hidup diukur dari sejauh mana kehadiran seseorang memberi dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Moto hidupnya, “Hidup yang bermanfaat adalah hidup yang membuat dunia lebih baik setelah kita lewat di dalamnya,” bukan sekadar ungkapan moral, melainkan nilai yang tercermin nyata dalam pilihan karier, sikap kepemimpinan, dan arah kebijakan yang ia tempuh.

Bacaan Lainnya

Perjalanan intelektual Rojab menunjukkan konsistensi dan komitmen kuat terhadap pengembangan kapasitas diri. Pendidikan formalnya dimulai di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) pada 1998, yang menjadi fondasi pembentukan karakter kepamongprajaan. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan Sarjana Ilmu Sosial di Universitas Garut pada 2000. Dorongan untuk memperkuat kapasitas akademik dalam birokrasi membawanya melanjutkan studi Magister Ilmu Administrasi Negara di STIA YPPT Priatim Tasikmalaya pada 2011. Puncak perjalanan akademiknya diraih pada 2021 dengan menyelesaikan program Doktor Ilmu Sosial di Universitas Pasundan, menegaskan posisinya sebagai birokrat sekaligus pemikir kebijakan publik.

Karier pemerintahan Rojab dimulai pada 1999 sebagai Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Tanjung Jaya, Kabupaten Tasikmalaya. Sejak awal, ia dikenal adaptif dan memiliki sensitivitas tinggi dalam membaca dinamika sosial masyarakat. Pengalaman lapangan terus mengasah kepemimpinannya melalui berbagai jabatan strategis, mulai dari Lurah Nagarasari, Kepala Seksi Trantib Kecamatan Cipedes, hingga Kepala Sub Bagian Bina Otonomi Daerah Sekretariat Daerah.

Memasuki fase kepemimpinan struktural, Rojab dipercaya menjabat Camat Bungursari pada 2008 dan Camat Kawalu pada 2012. Ia juga mengemban berbagai posisi penting di Sekretariat DPRD dan Sekretariat Daerah, antara lain Kepala Bagian Legislasi, Pengawasan dan Anggaran, Kepala Bagian Umum, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Kepala Bagian Pemerintahan, serta Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan. Rentang pengalaman lintas fungsi tersebut memperkaya pemahamannya mengenai relasi eksekutif-legislatif, perencanaan pembangunan, hingga mekanisme pengambilan keputusan publik.

Pada 2021, Rojab diangkat sebagai Sekretaris DPRD Kota Tasikmalaya. Kepercayaan itu kemudian berlanjut dengan penunjukannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya sejak 2025. Di luar tugas struktural, ia juga aktif sebagai dosen di STISIP Tasikmalaya, menegaskan komitmennya terhadap dunia pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Rojab berada pada fase krusial transformasi pendidikan Kota Tasikmalaya. Tantangan yang dihadapi tidak sederhana, mulai dari ketimpangan infrastruktur pendidikan, peningkatan kualitas layanan pembelajaran, hingga upaya mendorong Indeks Pembangunan Manusia. Sejalan dengan kebijakan nasional, pada awal 2026 pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meresmikan program revitalisasi puluhan satuan pendidikan di Tasikmalaya, mencakup PAUD, SD, SMP, hingga SMA. Momentum ini dimanfaatkan sebagai pijakan strategis untuk memperbaiki kualitas lingkungan belajar yang lebih representatif dan mendukung pembelajaran bermutu.

Di tingkat daerah, Rojab mendorong implementasi Rencana Strategis Dinas Pendidikan 2023–2026 sebagai instrumen utama pengendalian dan evaluasi kinerja. Fokus kebijakan diarahkan pada penguatan mutu pendidikan, pembentukan karakter peserta didik, serta pembangunan budaya sekolah yang sehat dan inklusif. Roadmap pembangunan sumber daya manusia yang mulai dijalankan sejak 2026 menegaskan orientasi jangka panjang pendidikan Tasikmalaya, tidak semata pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan manusia yang adaptif, berkarakter, dan siap menghadapi perubahan global.

Bagi Rojab, pendidikan bukan sekadar proses transfer pengetahuan, melainkan ikhtiar holistik membangun ekosistem pembelajaran yang memberdayakan. Ia menekankan pentingnya integrasi teknologi digital dengan nilai-nilai lokal sebagai fondasi mencetak generasi yang berakar pada identitas budaya, namun tetap terbuka terhadap dinamika dunia.

Seluruh perjalanan hidup dan pengabdiannya bermuara pada satu keyakinan, bahwa kepemimpinan sejati bukan tentang jabatan, melainkan tentang warisan nilai dan dampak nyata bagi masyarakat. Sejalan dengan moto hidup yang dipegangnya, Dr. H. Rojab Riswan Taufik menempatkan pendidikan sebagai jalan strategis untuk membuat dunia—dimulai dari Kota Tasikmalaya—menjadi tempat yang lebih baik bagi generasi mendatang. (Arif Fathur)**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *