Tingkatkan Mutu Pembelajaran Seni, Disdik dan DPRD Kota Tasikmalaya Gelar Pelatihan Guru

Tingkatkan Mutu Pembelajaran Seni, Disdik dan DPRD Kota Tasikmalaya Gelar Pelatihan Guru/Dok. Istimewa

Tasikmalaya — Gemamitra.com | Dinas Pendidikan bersama DPRD Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan Peningkatan Mutu dan Kompetensi Guru Seni Budaya bagi guru SMP, yang berlangsung selama tiga hari di Aula Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, mulai Selasa, (10/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Kepler Sianturi, Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (PGTK) Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Nia Kurnia, S.Pd.,  Kasi PGTK PAUD dan Pendidikan Nonformal Kendra Rodiyansah, S.Pd, MM., serta diikuti oleh 30 guru seni budaya jenjang SMP negeri dan swasta se-Kota Tasikmalaya.

Bacaan Lainnya

Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus komitmen DPRD dalam mendorong penguatan pendidikan seni budaya di Kota Tasikmalaya.

“Guru seni budaya memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kreativitas peserta didik. Di sejumlah negara, pendidikan seni, termasuk musik, sudah diterapkan sejak usia dini. Seni bukan sekadar hiburan, tetapi sarana pembentukan karakter anak,” ujar Kepler.

Ia menilai, tanpa dukungan kebijakan dan peningkatan kapasitas guru, pendidikan seni berpotensi terus berada di pinggiran sistem pendidikan, padahal memiliki kontribusi besar dalam membangun kepekaan sosial, ekspresi diri, dan identitas budaya peserta didik.

Sementara itu, Kepala Bidang PGTK Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Nia Kurnia, S.Pd., menegaskan bahwa guru seni budaya memegang peran strategis dalam menciptakan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga menyentuh aspek kreativitas dan karakter.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, guru seni budaya memiliki kompetensi yang lebih kuat dan mampu mengintegrasikan seni dengan proses pembelajaran yang kreatif dan bermakna di sekolah,” ujarnya.

Nia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat kekosongan guru seni budaya di sejumlah sekolah di Kota Tasikmalaya. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada belum optimalnya pembelajaran seni di sekolah.

“Ke depan, kami berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah terhadap formasi PPPK maupun CPNS untuk guru seni budaya agar kebutuhan di sekolah dapat terpenuhi,” tambahnya.

Dalam sesi pematerian, Kasi PGTK PAUD dan Pendidikan Nonformal, Kendra Rodiyansah, S.Pd., M.M., menyampaikan materi pembinaan yang menitikberatkan pada penguatan peran guru dalam pengembangan pembelajaran seni yang adaptif, berbasis kreativitas, serta selaras dengan kebijakan dan arah kurikulum.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya berharap kualitas pendidikan seni budaya semakin meningkat dan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif, berkarakter, dan berakar pada nilai-nilai budaya lokal. (Red)***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *