Tasikmalaya — Gemamitra.com | Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tasikmalaya tengah menggelar Konferensi Masa Bakti XXIII untuk periode 2025–2030. Agenda strategis ini dilaksanakan dalam dua tahap: tahap pertama digelar pada Senin, 26 Mei 2025 di Sekretariat PGRI Kota Tasikmalaya, sementara tahap kedua dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Mei 2025 di Hotel Horison.
Dalam bursa pemilihan Ketua PGRI Kota Tasikmalaya, sejumlah nama mencuat. Namun, salah satu yang paling menarik perhatian adalah Dr. H. Yonandi, S.Si., M.T.—sosok pendidik progresif yang saat ini menjabat sebagai Kepala SMAN 1 Kota Tasikmalaya dan dikenal luas atas komitmennya dalam menjunjung nilai-nilai budaya lokal.
Ditemui usai kegiatan, Dr. Yonandi menyatakan kesiapannya untuk maju dalam pemilihan apabila kehadirannya dinilai membawa manfaat bagi para guru.
“Bismillah, jika saya bisa bermanfaat, saya siap mengemban amanah ini. Insyaallah kami akan memaksimalkan ikhtiar dengan sebaik-baiknya,” ujarnya dengan rendah hati.
Semangat Tiga Pilar: Ngahiji, Ngabakti, Ngabukti
Mengusung semangat Ngahiji, Ngabakti, Ngabukti, Dr. Yonandi menawarkan visi kepemimpinan yang bertumpu pada soliditas organisasi, inklusivitas anggota, dan inovasi berkelanjutan. Baginya, PGRI bukan sekadar organisasi profesi, tetapi juga rumah kedua bagi para guru untuk tumbuh dan saling menguatkan.
“PGRI bukan hanya rumah besar, tetapi juga rumah hati bagi para guru. Kita perlu membangun kolaborasi lintas sektor agar pendidikan di Tasikmalaya semakin tangguh dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dalam paparannya, tiga prinsip utama yang menjadi landasan geraknya dirumuskan secara jelas:
• Ngahiji: Menyatukan seluruh insan pendidikan dalam semangat silih asah, silih asih, silih asuh.
• Ngabakti: Mengabdi dengan jujur dan bertanggung jawab demi kemajuan pendidikan bersama.
• Ngabukti: Membuktikan bahwa PGRI adalah organisasi yang dipercaya dan dicintai, baik oleh anggotanya maupun masyarakat luas.
Tak sekadar visi, Dr. Yonandi juga menyodorkan sejumlah program konkret, seperti peningkatan profesionalisme guru, penguatan advokasi atas hak-hak pendidik, serta program apresiasi—termasuk pemberangkatan umrah bagi guru berprestasi dan siswa penghafal Al-Qur’an.
“Apresiasi itu penting. Guru yang berdedikasi harus merasa dihargai. Dari sanalah tumbuh semangat dan inovasi,” ungkap pria yang akrab disapa Mr. Yo, yang dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai Sunda dan kerendahan hati.
Rekam Jejak dan Kiprah Pendidikan
Lahir di Garut, 6 Februari 1976, Dr. Yonandi menyelesaikan pendidikan S1 di bidang Matematika di Universitas Padjadjaran, lalu melanjutkan Magister Teknik dan Manajemen Industri di ITB, serta meraih gelar Doktor Pendidikan Matematika dari UPI—seluruhnya ditempuh melalui beasiswa penuh dari pemerintah.
Kiprahnya di dunia pendidikan terbentang luas: dari memimpin SMAN 10 dan SMAN 5 (sebagai Plt), hingga kini menakhodai SMAN 1 Tasikmalaya. Di bawah kepemimpinannya, sekolah-sekolah tersebut dikenal sebagai pelopor pendidikan berbasis karakter dan prestasi.
Di luar tugas formal, ia juga aktif dalam berbagai organisasi, antara lain:
• Ketua Ranting PGRI SMAN 1 Kota Tasikmalaya
• Ketua MGMP Matematika Kota Tasikmalaya
• Pembina Asosiasi Guru Penulis
• Wakil Ketua Paguyuban Pasundan Kota Tasikmalaya (2020–2025)
• Mantan Pembina PGRI (2014–2019)
Sebagai penulis produktif, Dr. Yonandi telah menerbitkan lebih dari 100 karya, termasuk buku, artikel ilmiah, dan riset pendidikan. Sejumlah penghargaan pun pernah ia raih, di antaranya:
• Kepala Sekolah Berkinerja Terbaik se-Jawa Barat
• Kepala Sekolah Transformatif versi AKSI
• Kepala Sekolah Dedikatif dalam Jambore GTK Nasional 2024
• Peraih Inobel Nasional dengan hadiah umrah
Dengan rekam jejak yang solid, komitmen yang teguh, serta semangat untuk terus memaksimalkan ikhtiar dalam memperjuangkan marwah guru, Dr. H. Yonandi dinilai sebagai sosok yang tepat untuk memimpin PGRI Kota Tasikmalaya menuju masa depan yang lebih bersatu, berdaya, dan bermakna.***


















