Gema Mitra – Kab. Tasik
Bertempat di belakang wilayah Gedung Bupati atau yang sering disingkat Gebu, Keluarga Seni Rupa Tasikmalaya/ KSRT yang bekerjasama dengan Komunitas Anak Kali Ciwulan tepatnya di saung Taman Wisata Ciwulan Singaparna memamerkan lukisan-lukisan dengan menggunakan objek kertas sebagai bahan ekspolarasi kreatifitas yang bisa dikunjungi dari tanggal 1-31/05/19.

Bertajuk “Lapang Dada” karya pelukis/ perupa-perupa Tasikmalaya adalah Acep Zamzam Noor, Ade Darlin, Alexandreia Wibawa, Amang. S Hidayat, Anash P, Arif Fadilah, Barnas Suhendar, Budi Gunawan, Dede Iding, Dida Rusdi, Dikdik Ahmad Sodik, Dian Jaka Sudrajat, Eki Naufal Fauzi, Hamzah Noor Panggugah, Irvan Mulyadie, Kidung Purnama, Lucky Lukita, Nurdin Mufti, Taufik Ardiansyah, Tono, Ujang Gantenk, Unggul, Yadie Mafie, dan Yusuf Kodir dan perupa-perupa lainnya.

Dalam daripada itu, agenda pertama semenjak kepemimpinan Ade Darlin menjadi Ketua baru KSRT yang sertijabnya diakukan di tanggal 21/04/19 lalu saat pasca Lomba Baca Puisi Se-Jawa Barat di Universitas Perjuangan Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, kegiatan yang sudah disiapkan sekitar 30/04/19 lalu dibuka pada 1/05/19 oleh mantan Ketua KSRT Irvan Mulyadie yang sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua baru di Komunitas tersebut.

Ade Darlin menerangkan bahwa lukisan-lukisan yang dipamerkan bersifat Spontan dan dadakan tapi penuh dengan keunikan yang kreatif karena memakai material kertas, dengan ajang ini bukan hanya sekedar rekrutmen. Tetapi memantau sekaligus mengikat kembali perupa-perupa yang sudah lama tidak tersentuh/ hilang komunikasi, bahkan tak hanya itu juga pelukis-pelukis mudapun diikutsertakan yang ternyata ada potensi tapi belum ada kepercayaan diri dan masih banyak potensi-potensi yang berada di pelosok daerah Tasik”. terangnya Ketua baru tersebut saat diwawancarai.

Ade berharap “ke depannya KSRT melahirkan perupa-perupa baru yang terus meregenerasi dan lebih maju supaya tetap hidup sampai kapanpun” pungkas Ade Darlin

Sementara itu tujuan kegiatan tersebut lebih menitikberatkan kepada silaturahmi dan penyegaran mencari potensi-potensi baru khususnya di wilayah Seni Rupa sekaligus memancing generasi-generasi baru yang ada di Tasikmalaya untuk terus regenerasi karya.

dalam hal ini Yadie Mafie menuturkan bahwa “ini adalah geliat pertama dari kepemimpinan ade, kegiatan seperti ini bukan pertamakalinya diadakan. Juga selama ini KSRT mungkin bisa dibilang koma menurut saya, dikarenakan tidak ada kegiatan rutin seperti SST/ Sanggar Sastra Tasik. Dan saya ingin KSRT itu ada agenda jangka panjang pun jangka pendek” tuturnya yang juga menjabat sebagai Koordinator Lapangan di kegiatan tersebut dalam memberikan komentar kepada redaksi.

Dan merekapun menambahkan “untuk wacana berikutnya setelah bulan puasa ada kegiatan melukis bersama di Situ Gede , Kota Tasikmalaya, yang dilanjutkan dengan pameran bersama di unper/ Universitas Perjuangan di Kota sementara di Kabupaten di Gedung Setda lantai bawah untuk memamerkan karya Putra-Putra Tasikmalaya, lalu Lomba melukis bersama anak TK/ Paud di Taman Wisata Ciwulan, jadi ada 4 agenda KSRT untuk Tahun ini”. pungkasnya Ade dan Yadie, adalah perupa di antara perupa Tasikmalaya yang sudah konsisten melukis sejak Tahun 1996 tersebut. (M. Rizky Arbianto)